Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahyuddin-Edison TRD Dinilai Pasangan Kuat Hadapi Genius-Mardison

7 November 2017 | 7.11.17 WIB Last Updated 2017-11-07T02:55:22Z

Pariaman --- Sejumlah tokoh masyarakat Pariaman berharap politisi Hanura Edison TRD mencari pasangan yang tepat untuk menghadapi pertarungan BA 1 Pariaman yang tinggal menghitung bulan. Selaku ketua partai yang memiliki dua kursi di DPRD, merupakan modal utama bagi Edison TRD berkoalisi dengan parpol lain.

Mereka menilai, dengan mengapungnya wacana Genius Umar berpasangan dengan Mardison Mahyuddin, selaku pendukung, ia meminta Edison TRD selektif dalam menentukan pasangan.

"Gagasan mencalon sebagai walikota perlu kajian ulang mengingat dua kekuatan besar Genius-Mardison akan menyatu sebagai pasangan calon. Untuk melawan kekuatan itu, hanya Mahyuddin yang bisa mengimbangi," kata Basri Syafrizal Dt. Srimaharaja Dirajo, di Pariaman, Selasa (7/11).

Karena Mahyuddin tidak diperbolehkan undang-undang sebagai wakil, kata Basri, ia berharap Edison TRD mengalah. Menjadi pendamping Mahyuddin dalam Pilwako Pariaman 2018, kata Basri, merupakan pilihan rasional bagi Edison TRD dan seluruh pendukungnya.

Pilwako Pariaman 2018, lanjut Basri, membutuhkan biaya yang besar. Selain membentuk koalisi partai, biaya terbesar lainnya adalah membentuk tim pemenangan yang tentunya mencakup ke seluruh desa dan kelurahan yang ada.

"Dalam hal ini kita menilai Edison TRD punya kemampuan finansial. Jika Mahyuddin-Edi TRD terwujud, mereka merupakan kuda hitam yang akan mengimbangi pasangan Genius-Mardison," terang Basri.

Edison TRD dan Mahyuddin dikenal publik sebagai dua tokoh dari Pariaman Utara. Menanggapi hal tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Pariaman Utara Sudirman Palo, menyebut hal itu bukan masalah besar.

"SBY dan Boediono sama-sama dari Jawa, tapi menang pilpres. Persoalan utara, selatan, tengah dan timur tidak akan menjadi isu penting dalam pilkada mengingat kedua tokoh ini sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Pariaman secara keseluruhan," sebut Sudirman Palo.

Ia bahkan menilai, dengan pengalaman sama-sama pernah maju sebagai calon walikota, Mahyuddin dan Edison TRD sudah memiliki popularitas. Tinggal bagaimana mereka mengemas gagasan, visi dan misi untuk membangun Pariaman ke depan kepada seluruh generasi pemilih.

"Pemilih Pariaman itu unik. Dengan berkembangnya media sosial saat ini dan pemilih pemula, Edison TRD dan Mahyuddin harus mampu menguasai pangsa tersebut. Suara pemilih rasional dan pemula adalah rebutan setiap calon. Kunci kemenangan ada di situ," pungkas mantan walinagari tersebut.

Senada dengan Sudirman Palo, Bachtiar Sultan Dt Panyalai, juga menilai Mahyuddin dan Edison TRD layak dipasangkan di banding sejumlah nama yang disebut-sebut akan mendampingi Mahyuddin.

Nama-nama balon yang berwacana akan mendampingi Mahyuddin belum sepopuler Edison TRD yang telah banyak berbuat untuk Kota Pariaman.

"Edison TRD selain dikenal dekat dengan masyarakat, juga berprestasi membawa harum nama Pariaman juara nasional forum kota sehat. Ia telah banyak berbuat, pernah di dewan, membangun perumahan dan partisipasi lainnya dalam pembangunan Pariaman. Modal politiknya sangat besar," sebut Bachtiar.

Ia berpendapat, untuk situasi politik saat ini, Edison TRD harus jeli dalam menentukan pasangan jika ia mencalonkan diri sebagai walikota. Jika sebagai wakil walikota, harus dengan calon walikota yang memiliki elektabilitas tinggi dan sudah punya nama dan reputasi tidak tercela.

"Saya pikir Edison TRD paham situasi politik saat ini. Selaku orang yang mengenalnya sejak lama, saya pikir ia tidak akan salah dalam memposisikan diri menghadapi Pilwako Pariaman yang sengit," tandasnya.

Terpisah, Edison TRD mengakui hingga saat ini masih mendengar aspirasi-aspirasi arus bawah terkait pencalonnannya di pilkada. Dengan pengalaman di pilwako 2013 lalu, ia telah mengubah strategi politik, bertarung untuk menang.

"Tentu kita tidak gegabah. Jika aspirasi menginginkan saya mendampingi Mahyuddin tentu akan kita pertimbangkan," sebutnya.

Ia menyebut, sejauh ini dirinya belum melakukan komunikasi politik dengan Mahyuddin karena sama-sama ingin maju sebagai calon walikota.

"Jika tokoh masyarakat inginkan saya mendampingi beliau, tentu mereka akan membuka jalur komunikasi. Hemat saya, berpasangan dengan Mahyuddin dengan saya sebagai wakil, tidak jadi persoalan. Niat utama saya maju di pilkada adalah untuk mengabdi penuh kepada masyarakat, bukan mengincar jabatan dan uang," sebut pengusaha sukses dan kakak ipar Wamen ESDM Archandra Tahar itu.

Ia berkata, selaku ketua partai Hanura Kota Pariaman, menjalin komunasi politik lintas parpol bukan persoalan besar. Ia mengaku cukup dekat dengan seluruh pengurus parpol yang ada di Pariaman dan di DPRD.

"Kita punya modal dua kursi, dan butuh dua kursi lagi sebagai syarat pencalonan. Jika keinginan masyarakat saya dengan Mahyuddin berpasangan, kita penuhi dua kursi lagi," pungkas Edison TRD optimis. (OLP)
×
Berita Terbaru Update