Kota Pariaman Lampaui Banyak Target di MTQ Sumbar ke-37


Pantaikata --- Kafilah Kota Pariaman meraih Juara Umum II pada ajang MTQ Nasional ke-37 tingkat Sumatera Barat tahun 2017 di Kota Pariaman. Posisi tersebut jauh meningkat dibandingkan raihan pada MTQ ke-36 tahun 2016 silam di kota Sawahlunto dengan posisi ke 10.

Tidak hanya sukses menjadi tuan rumah MTQ, namun juga berhasil menempatkan wakilnya juara di banyak cabang yang diperlombakan.

Capaian ini melampaui target yang ditetapkan oleh Walikota Pariaman yang awalnya menarget posisi lima besar dari 19 kabupaten dan kota peserta MTQ tahun ini.

“Capaian tahun ini melampaui target yang kita tetapkan dan jauh meningkat dibandingkan tahun lalu. Menempati posisi kedua, ini sangat diluar prediksi kita,” kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, saat acara pentupan MTQ, Jumat malam (10/11) di Pantai Kata.

Ia mengatakan, meningatkannya prestasi kafilah MTQ kota Pariaman tahun ini, menandakan keberhasilan upaya keras seluruh pihak mempersiapkan kafilah mengikuti ajang MTQ. Di samping itu, kata dia, capaian prestasi tersebut indikator keseriusan pemerintah melakukan pembinaan terhadap qori dan qoriah.

“Ini pertanda jika qori kita terus mengasah kemampuanya, sekaligus bukti bahwa kita serius melakukan pembinaan terhadap mereka,” ulasnya.

Menurutnya, dua unsur kesuksesan dicapai oleh Kota Pariaman pada ajang MTQ tingkat Sumatera Barat tahun ini. Selain menjadi penyelenggara tersukses, Kota Pariaman juga sukses meraih prestasi melalui kafilahnya.

Kedepan, kata dia, mempertahankan prestasi adalah hal yang berat. Menghadapi MTQ ke-38 di Kota Solok tahun 2018 mendatang, pihaknya akan memulai pembinaan sejak dini.

“Untuk MTQ tahun depan, kita akan fokuskan segera agar persiapannya matang,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengapresiasi torehan prestasi yang dicapai oleh Kafilah Kota Pariaman. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, baik itu pemerintah, kafilah ataupun pihak lainnya.

Ia mengatakan keberhasilan prestasi itu menjadi cerminan hubungan sebab akibat atas diterapkannya program berbasis keagamaan oleh pemko Pariaman seperti program magrib mengaji dan masih puber.

“Tentu, program unggulan di bidang keagamaan akan terus kita dorong. Kita melihat, dua program ini (magrib mengaji dan masih puber) secara tidak langsung berpengaruh,” sebutnya.

Ke depan, kata dia, menghadapi MTQ tahun 2018 mendatang, kafilah ataupun pihak terkait dapat mempersiapkan secara optimal.

Kota Pariaman menempati juara umum kedua, setelah Kota Padang yang berhasil mempertahankan posisi sebagai juara umum. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Padangpariaman. (Nanda)