Sampah Laut Ganggu Aktivitas Snorkeling Wisatawan di Pulau Angsoduo

Penyewaan paket snorkeling di Pulau Angsoduo diserbu pengunjung. Foto: Nanda
Angso Duo -- Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Angso Duo Pariaman selama libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah, berdampak terhadap peningkatan penyewaan alat snorkeling di pulau itu.

Anton Chaniago, 36 tahun, salah seorang penyedia penyewaan alat snorkeling di Pulau Angso Duo mengatakan, permintaan pengunjung akan alat snorkeling mengalami peningkatan tajam dibandingkan dengan hari biasanya.

Menurutnya, jika hari biasanya permintaan paket snorkeling oleh pengunjung hanya sekitar 10 paket, libur lebaran mengalami peningkatan hingga 150 persen --30 paket sehari.

Meski dalam momen liburan dan panen orderan, pihaknya mengaku tidak menaikkan tarif paket sewa alat snorkel. Untuk menggunakan paket snorkel lengkap yang terdiri dari masker, snorkel, pelampung, kaki katak, pengunjung cukup menyewa Rp50 ribu/jam.

"Harganya tetap untuk paket lengkap snorkeling. Pengunjung hanya membayar Rp50 ribu saja, sama tarifnya dengan hari biasa," sebut Anton, Sabtu (1/7/2017) di Pulau Angso Duo.

Dikatakannya, terkadang pengunjung yang bersnorkeling mengeluhkan adanya sampah yang berserakan di air laut. Sampah bekas kotak mie instan, botol air mineral menganggu aktivitas snorkeling yang dilakukan pengunjung di Pulau Angso Duo.

"Ada pengunjung membuang sampah sembarangan, padahal sudah ada tong sampah. Kadang-kadang pengunjung sedang snorkeling menemukan sampah," ulasnya.

Meski ada peningkatan dari hari biasa, sebut dia dibandingkan tahun sebelumnya, permintaan pengunjung paket snorkel jauh menurun.

"Lebaran tahun ini rata-rata 30-an paket, dibandingkan libur lebaran tahun kemarin bisa sampai 60 paket malah," pungkasnya.

Nanda