Nelayan Pasir Baru Terima Alat Tangkap dan Pengolahan Ikan


Pasir Baru -- Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menyerahkan sertifikat tanah sekaligus bantuan alat tangkap dan pengolahan ikan kepada masyarakat Pasir Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau di aula lelang ikan PPI Pilubang, Kamis (13/7/2017).

Sertifikat yang diserahkan bernama Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan (Sehat). Sebanyak 96 persil untuk nelayan dan 10 persil untuk pembudidaya.

Bantuan lainnya berupa mesin tempel untuk 7 orang penerima, terdiri dari kapasitas mesin 15 PK sebanyak 6 unit, dan 5 PK sebanyak 1 unit. Kemudian bantuan sarana alat tangkap ikan jaring monofilamen sebanyak 14 paket untuk 14 orang penerima.

Untuk sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran ikan, Suhatri Bur serahkan 4 paket untuk 4 kelompok nelayan. Terdiri dari pengolahan ikan budu, pengolahan kerupuk ikan, pengolahan bakso ikan, rakik, sala lauak, nuget dan ikan kering.

Kepada nelayan yang menerima bantuan, Suhatri Bur berpesan tak lupa bersyukur kepada Allah SWT, karena dengan bersyukur ada harapan akan dapat tambahan bantuan.

"Janji Allah, siapa orang yang pandai bersyukur atas nikmat-Ku, akan ditambah dan siapa yang tidak pandai bersyukur, ingatlah azab-Ku lebih dahsyat,” ujar Suhatri Bur.

Dikatakan, penerima bantuan agar lebih terpacu untuk peningkatan ekonomi. Dengan bantuan tersebut para warga mendapatkan kemudahan dalam berusaha supaya lebih menghasilkan.

"Selama ini tidak pakai alat, kini telah ada alatnya. Mari kita gerakkan sektor nelayan untuk penunjang ekonomi demi tercapainya kesejahteraan," sebutnya.

Kelompok penerima bantuan terdiri dari kelompok wanita pengelola hasil tangkap ikan Sinar Laut, Wanita Sepakat dan kelompok Wanita Saiyo. Bantuan bersumber dari dana aspirasi DPRD Padangpariaman almarhum Zuardin dan Dwi Warman.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Perikanan Padangpariaman Alfian, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kepala ATR/BPN Padangpariaman, Camat Sungai Limau Defriatos, Sekretaris Kecamatan Sungai Limau Anton Wira Tanjung dan tokoh masyarakat beserta warga setempat.

TIM