Mukhlis Imbau Desa Berlakukan Hukum Dibuang Sepanjang Adat

 



Kampung Tangah -- Kepala Desa Kampung Tangah, Pariaman Timur, Fahmi Rasyid resmi menjabat setelah dilakukan pengambilan sumpah dan pelantikan oleh Camat Pariaman Timur, Selasa (25/7/2017).

Fahmi Rasyid merupakan kepala desa Kampung Tangah terpilih dalam Pilkades serentak tahap I pada Juni 2017 silam.

Dalam pelantikan tersebut hadir sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Pariaman, seperti Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Anggota DPRD Kota Pariaman, Riza Saputra, Fadli dan Fitri Nora.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutan dalam acara pelantikan itu meminta seluruh masyarakat kembali bersatu usai Pilkades yang saat itu terbagi 4 kelompok pendukung calon. Ia meminta masyarakat sepenuhnya mendukung kades terpilih untuk melanjutkan pembangunan.

Sebagai wujud komitmen bersatu usai Pilkades, kata dia, kepala desa terpilih harus melibatkan seluruh unsur yang ada di desa dalam menyusun program pembangunan desa kedepannya.

"Rangkul seluruh pihak dan kelompok yang dulunya terbelah pada pilkades, begitu juga kelompok lainnya harus mendukung kades terpilih," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar kepala desa yang baru dapat menjalankan pembangunan dan pengelolaan keuangan desa secara transparan.

"Dalam penyusunan pembangunan dan penggunaan anggaran APBDes, dengan transpransi dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan, maka kepercayaan itu akan terbangun," ulasnya.

Menurut Mukhlis, kontrol dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintah desa perlu dilakukan agar pemerintah dalam melakukan pembangunan tetap 'on the track'.

"Jika ada penyimpangan kecil yang bisa diberikan masukan dan diperbaiki, sebaiknya dilakukan langkah seperti itu terlebih dahulu, jangan terlalu cepat mengambil langkah hukum, tugas masyarakat mengawasi jalannya pemerintahan, tapi sebaiknya dengan tahapan-tahapan juga," kata dia.

Kepada kepala desa yang baru ia mengatakan agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik saja, namun juga pembangunan mental manusianya. Penyelesaian masalah penyakit masyarakat, menurut walikota dua periode ini, harus jadi program utama pemerintah desa.

"Bahaya penyakit masyarakat seperti judi, narkoba, pergaulan bebas harus diberantas oleh semua pihak, termasuk pemerintahan desa," sambungnya.

Ia juga mangajak kepala desa bersama seluruh elemen desa kembali membuat aturan penerapan nilai lokal setempat. Seperti penerapan hukum dibuang sepanjang adat bagi pelanggaran dan menghidupkan kesenian tradisional di masing-masing desa.

Sementara itu, kepala desa Kampung Tangah, Fahmi Rasyid, berkomitmen menjalankan pemerintahan desa secara transparan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

"Penyusunan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita, nanti akan diselaraskan dengan program pemko Pariaman," ujarnya singkat.

Nanda