Jamohor Dianggap 'Kuda Hitam' Kursi Wakil Walikota

H Bagindo Jamohor (kanan) saat berbincang serius dengan Wabup Padangpariaman Suhatri Bur
Pariaman -- Suasana politik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pariaman agaknya semakin panas saja. Hal itu setidaknya terlihat dengan bermunculannya sejumlah nama calon yang akan ikut meramaiakan pestas demokrasi langsung tersebut.

Selain Genius Umar, Mardison Mahyuddin dan Mahyuddin, yang memuncaki poling, sejumlah nama calon kuda hitam mulai menampakan diri. Sebut saja Edison TRD, HM Sa'ban, Syahril Amiruddin, Asmi, Indra Jaya, Bahrul Anif -- dan yang terhangat munculnya nama Bagindo Jamohor.

Munculnya nama Bagindo Jamohor sebagai bakal calon wakil walikota Pariaman tidak begitu mengagetkan publik Pariaman mengingat kiprah Jamohor selama ini. Bagi masyarakat Pariaman sendiri, figur Bagindo Jamohor dikenal aktif, baik sebagai politisi, pengusaha dan akademisi. Ia populer di pelbagai kalangan.

Bahkan bentuk keseriusannnya maju sebagai calon wakil walikota, Jamohor sendiri telah mendaftar pula secara resmi melalui Partai Hanura Kota Pariaman. Ia juga berencana mendaftar ke Partai Golkar, PAN dan melakukan lobi-lobi koalisi partai.

Seperti diakui Jamohor saat dihubungi wartawan di Pariaman, Rabu (26/7/2017), motivasi dirinya maju sebagai calon wakil walikota Pariaman, tak lain agar bisa lebih mengabdikan diri dalam memajukan Kota Pariaman. Mandat eksekutif akan membuatnya lebih leluasa berbuat demi cita-cita yang selama ini dia endap.

Jamohor mengatakan, pembangunan yang telah dilakukan duet Mukhlis Rahman dan Genius Umar akan tetap dipertahankan, karena terbukti memiliki dampak positif bagi perkembangan Pariaman. Ia bertekad akan melibatkan masyarakat dalam segala aspek pembangunan karena sifat pemerintahan sebagai fasilitator mesti menangguk aspirasi rakyat, bukan ambisi pribadi.

"Selain itu, kalau sekiranya saya diamanahi menjadi wakil walikota Pariaman nantinya, maka saya akan berusaha membantu tugas-tugas walikota terpilih, khususnya mendorong peningkatan pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat yang berkeadilan," kata politisi senior Golkar Sumatera Barat itu.

Mantan anggota DPRD Padangpariaman tiga periode itu menyebutkan, agar sebuah kota lebih maju dan berkembang, rasa memiliki masyarakat terhadap kota harus ditingkatkan.

"Rasa memiliki oleh warga terhadap kota harus meningkat, tentu ekonomi masyarakat harus ditingkatkan terlebih dahulu. Karena kalau ekonomi masyarakat sudah tinggi, maka dengan sendirinya akan timbul kebanggaan dan rasa memiliki daerah dengan sendirinya," sebutnya.

Dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, jelasnya, masyarakat perlu permodalan. Kredit lunak sangat dibutuhkan masyarakat dalam pengembangan usaha, tantangan pemimpin mewujudkannya.

"Sekalipun selama ini pihak perbankan cukup banyak menyediakan fasilitas kredit, tetap saja dirasakan masih cukup berat oleh masyarakat. Tidak terkecuali juga kredit usaha rakyat atau KUR, yang bunganya berkisar 9 persen," terangnya.

Untuk itu lanjutnya, ke depannya kapan perlu kredit lunak yang disalurkan kepada masyarakat atau pengusaha kecil dan menengah, perlu diturunkan atau lebih dilunakkan lagi.

"Untuk menggairahkan ekonomi masyarakat bawah, jika perlu nantinya pemerintah kota harus berani untuk mensubsidi kredit," ungkapnya.

Terkait dunia kepariwisataan, menurutnya perlu lebih dipertegas lagi. Kota Pariaman harus bisa menjadi kota transit permanen dengan penginapan yang selalu penuh penghuni.

Berbagai fasilitas pendukung untuk itu perlu terus ditingkatkan dan dilengkapi. Baik itu fasilitas hotel yang representatif dengan harga bersaing, fasilitas kuliner atau restoran yang bonafid dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

"Pariaman yang dulunya dikenal menjadi tujuan bagi pendatang dan pedagang dari berbagai  belahan negara, perlu dibangkitkan dan dikembalikan lagi eranya," sebutnya.

Menurutnya, peluang untuk mengembalikan kejayaan masa lalu Pariaman cukup terbuka asalkan ada kemauan semua pihak. Baik dari elemen masyarakat, perantau, kalangan pengusaha dan pemerintah.

"Harapan itu sesuai dengan potensi yang dimiliki saat ini. Kota Pariaman adalah pintu gerbang utama masuk ke Sumatera Barat, baik melalui darat, melalui jalur laut dan udara. Pariaman strategis dari sisi perdagangan dan jasa jika dikemas dengan baik," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Jamohor sendiri sebelumnya pernah tercatat sebagai penerima penghargaan koperasi, usaha kecil dan menengah tingkat nasional dari pemerintah pusat.

Diantaranya, penghargaan Bakti Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dari Mentri Negara Ekonomi Kecil dan Menengah, pada era pemerintahan Presiden Gus Dur tahun 2001. Begitu pula penghargaan pengusaha kecil berprestasi tingkat nasional tahun 2002 dan penghargaan Bakti Koperasi, usaha kecil dan menengah juga tahun 2002, pada era pemerintahan Megawati. (Yurisman Malalak/OLP)