Bidik Investor, Padangpariaman Terbitkan Buku Jendela Investasi Dua Bahasa

Kepala DPMPTP Hendra Aswara menunjukan Buku Jendela Investasi Padang Pariaman kepada masyarakat yang mengurus izin usaha di Kantornya, Pariaman (7/7).
Kabupaten Padangpariaman yang strategis berada di posisi silang Sumatera Barat dan didukung keberadaan Bandara Internasional Minangkabau, menjadikan daerah penghasil kakao itu sebagai daerah menjanjikan untuk berinvestasi.

Guna memudahkan akses informasi kepada calon investor, pemerintah daerah telah menerbitkan buku jendela informasi melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP).

“Atas arahan Bapak Bupati, Buku Jendela Investasi terdiri dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Kita menarik investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Padangpariaman,” ujar Kepala DPMPTP Padangpariaman Hendra Aswara, di ruang kerjanya, Pariaman, Jumat (7/7/2017).

Buku tersebut, tambah Hendra, menyajikan data dan keadaan umum Kabupaten Padangpariaman serta lokasi potensi berinvestasi. Juga dimuat mega proyek nasional seperti Asrama Haji, Balai Diklat Pelayaran, Stadion Utama Sumbar, Jalan Duku-Sicincin dan lain sebagainya.

“Adanya mega proyek tentunya ada peluang investasi seperti hotel, apartemen, mol dan sejenisnya,” kata Jebolan Alumni STPDN itu.

Saat ini, ada empat peluang investasi yang membedakan Kabupaten Padangpariaman dengan daerah lain di Sumbar. Pertama, Kawasan Tarok City sebagai Pusat Pendidikan, Kesehatan dan Perkantoran di Nagari Kapalo Hilalang, Kec. 2x11 Kayu Tanam. Kedua, Kawasan Industri yang berdekatan dengan Padang Industrial Park di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai.
Ketiga, Sentra Cokelat sebagai lokasi percontohan tanaman kakao, produksi dan kemasan cokelat di Malibou Anai, Kec. 2x11 Kayu Tanam. Keempat, Kawasan Marina dan Galangan Kapal sebagai pusat wisata dan transportasi laut di Nagari Ketaping, Kec. Batang Anai.

“Keempat kawasan itu hanya ada di Padangpariaman. Tidak ada di daerah lain, inilah keunggulan kita dan status lahan merupakan tanah negara, clear and clean,” ujar mantan Kabag Humas itu.

Terkait dengan perizinan, Hendra memastikan bahwa prosesnya cepat, mudah dan anti pungli karena telah berinovasi menggunakan aplikasi perizinan online.

"Kita punya motto, 'Melayani dengan Elok', untuk memudahkan perizinan dan mendorong investasi," kata putra Sungai Geringging itu mengakhiri.

TIM