Pantai Cermin Pariaman Kembali Memakan Korban





Muhammad Ansori (11), siswa Sekolah Dasar, warga Pariaman Tengah, ditemukan tidak bernyawa akibat diseret arus ombak saat mandi laut di Pantai Cermin Pariaman bersama tiga orang temannya, Minggu (20/11), sekitar pukul 14.30 WIB.

Masyarakat yang mengetahui kejadian saat itu langsung melakukan upaya pencarian dan menghubungi pihak BPBD Kota Pariaman untuk menurunkan bantuan. Ketiga teman korban juga berusaha melakukan pencarian.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pariaman Zamzamil, di Pariaman, Senin (21/11), kepada wartawan mengatakan, pihaknya langsung menyisir lokasi hilangnya korban saat menerima laporan.

"Sekitar 30 menit upaya pencarian, jasad korban kita temukan sekitar 10 meter di lokasi hilang. Nyawa korban sudah tidak dapat lagi kita selamatkan," ujarnya.

Korban serupa terseret arus berakibat hilangnya nyawa juga terjadi beberapa waktu yang lalu di Pantai Cermin. Saat itu Minggu sore 24 Januari 2016, korban bernama Yuda (20) warga Desa Kampung Baru Pariaman, mandi bersama lima orang temannya. 


Pihak BPBD Kota Pariaman mengaku sudah memancangkan plang larangan mandi di pantai tersebut, namun selalu hilang entah siapa yang mencabutnya.

Daerah tersebut, menurutnya merupakan kawasan larangan mandi bagi wisatawan apalagi saat ini cuaca di Pariaman sedang tidak menentu.

"Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi larangan mandi di sepanjang pantai Pariaman. Larangan ini sudah lama kita sosialisasikan," imbuhnya.

Dari prakiraan cuaca yang diterima pihak BPBD dari BMKG Padang Panjang, terang dia, hingga Desember 2016 cuaca buruk masih akan berlangsung di Kota Pariaman.

TIM