Lipsus Pariaman Triathlon 2016: Elite Putri Tanpa Eva Desiana




Pariaman Triathlon 2016 dimulai dengan melombakan kelas Elite Men and Women (putra-putri) tingkat nasional di Pantai Cermin Pariaman, Sabtu (5/11), sekitar pukul 09.30 WIB. Kelas Elite Men diikuti oleh 7 atlet, sedangkan Elite Women 3 atlet.

Rute renang


Untuk kelas elite, tantangan pertama bagi atlit putra dan putri menuntaskan lomba renang dengan jarak tempuh 750 meter di laut Pantai Cermin yang berombak besar ditambah arus kuat. Sesi renang itu diyakini merupakan tantangan terberat dan paling menguras energi.


Rute sepeda


Usai renang, tanpa jeda sedikitpun para atlit langsung mengambil sepeda dan mengayuhnya secepat mungkin menempuh jarak 20 km. Rute yang dilalui adalah, start di Pantai Cermin melewati TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Karan Aur, Pantai Kata, Tapus Marunggi, SD Sunur dan memutar di simpang lereng Pasir Sunur. 


Rute Marathon


Memutar di simpang tersebut, para atlit melewati jalan lintas barat BIM-Pariaman, melewati Binasi, Marunggi, Karan Aur dan menikung di simpang pendopo rumah dinas Bupati Padangpariaman, kemudian akhirnya finish di Pantai Cermin.

Finish bersepeda, tanpa jeda sebagaimana sebelumnya, para atlit kemudian berlomba untuk menuntaskan kelas Elite Triathlon dengan lari marathon sejauh 5 km dengan rute; start di Pantai Cermin, melewati Pasir Lohong, arena skate board, dan kembali ke Pantai Cermin. Untuk menyelesaikan jarak 5km, para atlit mengitarinya selama dua kali atau dua laps.


Andi Wibowo raih juara I kelas Elite Men


Keluar sebagai juara pertama untuk kelas elite putra Andi Wibowo asal Bali, juara II Oscar Ferianto dari Bintan Kepulauan Riau dan posisi ke-III diraih oleh Muhammad Kadri dari Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk kelas elite putri juara pertama diraih oleh Inge Prasetyo dari Jakarta, juara II oleh Wahyu Rianti dari Secapa TNI AD Jawa Barat dan posisi ke-III oleh Ramanata Panjaitan dari Sumatera Utara.

Peraih juara pertama kelas elite men Andi Wibowo menyebutkan, dirinya sudah dua kali mengikuti Pariaman Triathlon, yakni di tahun 2014 dan sekarang.

"Saya melihat ada peningkatan, khususnya dari jumlah peserta. Promosinya harus lebih ditingkatkan, kalau dapat jauh-jauh hari sebelum iven digelar agar lebih banyak lagi peserta yang ikut," kata atlet Triathlon peringkat pertama nasional itu.

Sebagai putra Bali yang daerahnya dikenal sebagai kawasan wisata dunia, dia menilai Pariaman juga memiliki potensi wisata, khususnya wisata bahari. Potensi itu, kata dia, bisa dilihat dari pantai yang indah didukung infrastruktur memadai.

"Saya optimis pariwisata Pariaman bisa maju jika dikelola dengan baik," sebutnya.


Tantangan Ombak

 
Para elite, baik putra maupun putri mengakui sesi renang merupakan tantangan terberat dibanding dua cabang olahraga lainnya di Pariaman Triathlon. Inge Prasetyo, peraih juara pertama menuturkan beberapa kali dia diseret oleh ombak dan arus yang kuat.

"Ombaknya besar, apalagi arusnya. Sering saya diseret ke samping garis tapi tidak sampai ke belakang, tapi ini merupakan pengalaman luarbiasa," ujarnya.

Sedangkan peraih juara ke-III Ramanata Panjaitan sempat beberapa kali diseret arus dan digoyang ombak. Pengalaman sesi renang di Pariaman Triathlon tidak akan terlupakan olehnya karena beberapa kali dia terminum air laut yang asin.

"Perut saya penuh air laut, hehe. Ini seru, tahun depan pasti saya ikut lagi," sebutnya.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal mengatakan, keunikan Pariaman Triathlon memang terletak di sesi renangnya yang menantang. Untuk itu, dalam sesi renang pihaknya melakukan pengamanan berlapis gabungan berbagai instansi untuk menjaga keselamatan para atlet.

"Semua atlet yang ikut kita asuransikan. Pengamanan di laut melibatkan Kamla, Lantamal Padang, Polairut Polres Pariaman dan BPBD Kota Pariaman. Kita antisipasi betul segala kemungkinan yang akan terjadi jika cuaca buruk dan sesuatu terjadi pada atlet," ujarnya.


Eva Desiana diapit Juara I dan II kelas Elite Women Inge Prasetyo dan Wahyu Rianti


Eva Desiana Absen

Ketidak sertaannya Eva Desiana, elite putri peringkat I nasional (peringkat federasi) pada iven Pariaman Triathlon 2016, mengundang tanya besar bagi publik Pariaman yang menanti-nantinya berlaga. Eva Desiana sendiri adalah elite putri satu-satunya asal Padangpariaman milik Sumbar.

Eva, sapaan dia, ketika ditanya wartawan menyatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan dia tidak jadi ikut berlaga di Pariaman Triathlon 2016. Pertama, karena minimnya dukungan, baik moril dan materil dari pemerintah daerah/provinsi dan merasa kurang dihargai sebagai atlet.

"Untuk olahraga Triathlon dan membela daerah sudah saya lakukan bahkan hingga nyicil sepeda. Triathlon adalah kerja tim dan butuh persiapan, baik materil dan sebagainya. Sebagai atlet kita juga butuh diperhatikan," ujar Eva hadir sebagai penonton di Pantai Cermin.

Peraih juara I Bali Triathlon dan juara I di dua kelas berbeda Jepara Triathlon di tahun 2016 ini, sangat menyayangkan hal itu justru menimpa dirinya di kampungnya sendiri.

"Inilah sikap saya, dan saya sendiri yang bisa memahaminya," sebut Eva.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, terkait absennya Eva Desiana tak mampu berbuat apa-apa karena terkait masalah administrasi kependudukan.

"Eva Desiana adalah atlit kebanggaan Pariaman. Namun Eva punya KTP Padangpariaman," kata Mukhlis.

Bahkan menurut Mukhlis, pihaknya akan menyediakan fasilitas bagi Eva jika seandainya dia mau pindah secara administrasi kependudukan ke Kota Pariaman.

"Jika sudah demikian kita siap dengan sarana. Kita jadikan Eva pelatih untuk mencari bibit-bibit baru atlet Triathlon, kita ikutkan Eva untuk mengikuti berbagai lomba dalam rangka mengharumkan nama Kota Pariaman," kata Mukhlis.

Senada dengan Mukhlis, terpisah, Ketua TPKK Kota Pariaman Reni Mukhlis, mengaku agak kecewa Pariaman Triathlon tanpa kesertaan Eva Desiana.

"Tadi saya ketemu Eva, saya katakan bahwa saya menunggu dia berlaga. Saya cukup dekat dengan Eva dan sering komunikasi. Meski menyayangkan ketidak sertaannya, saya memahami keputusannya," ungkap Reni.

Di hari pertama perlombaan Sabtu, masih tersisa dua sesi perlombaan. Yakni kelas Umum Duathlon pada pukul 13.30 WIB dan kelas Duathlon Pelajar yang mengambil start pukul 14.30 WIB di Pantai Cermin.



Turut hadir menyaksikan, Danlanud Padang Kolonel Pnp I Putu Gede Swastika, Danlantamal Padang Laksma Rudwin Tholib, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Kapolres Pariaman Ricko Junaldy, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Endro Nurbantoro dan unsur Forkominda lainya.


OLP