KPU Padangpariaman Akan Musnahkan Puluhan Ton Logistik Pemilu dan Pilkada




Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padangpariaman, Vifner, menyatakan akan melakukan stop opname atau pemusnahan logistik pasca pemilu dan pilkada Padangpariaman.

Pemusnahan/penghapusan logistik, kata Vifner untuk menindaklanjuti Surat KPU RI No.1166/SJ/IX/2016 tertanggal 23 September 2016.

"Penghapusan bisa dilakukan dengan dua cara; yakni dengan pemusnahan bakar dan lelang. Keputusan cara pemusnahan akan memperhitungkan aspek yang paling mudah. Jika lelang ternyata menghasilkan bagi negara, maka dilelang, namun jika dengan cara lelang ternyata merugikan, kita akan bakar," sebut Vifner, di Kantor KPU Padangpariaman di Paritmalintang, Rabu (16/11).

Rincian logistik yang akan dimusnahkan KPU Padangpariaman ialah; 19.652 kilogram logistik pemilu 2014, 911 kilogram logistik pilpres 2014, 700 kilogram logistik pilkada Padangpariaman 2010 dan 1.716 kilogram logistik pilkada Padangpariaman 2015.

Vifner juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengembalikan sisa lebih dana pilkada Padangpariaman ke kas daerah senilai Rp1.906.490.939 dan bunga bank senilai Rp26.634.568.

"Sisa lebih anggaran yang dikembalikan ke kas daerah Rp1 miliar diantaranya adalah dana sengketa pilkada. Dari total anggaran pilkada Rp17 milyar terpakai Rp15.093.509.061," ungkapnya.

Komisioner yang dipimpin Vifner itu akan menghabisi masa bakti di KPU Padangpariaman pada bulan Juni tahun 2018. Dalam sisa masa dua tahun tersebut, KPU, sebut Vifner akan dihadapakan pada sejumlah tugas yakni data pemilih berbasi KTP elektronik.

"Data penduduk berbasis KTP elektronik akan dikoordinasikan bersama Disdukcapil Padangpariaman," pungkas Vifner.

OLP