Kebun Binatang dan Telaga di Pulau Tangah Kabar Menarik Yang Sedang Direncanakan





Pemerintah Kota Pariaman terus mengembangkan objek wisata unggulan di daerahnya. Di samping Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo yang sedang booming, nantinya akan dikembangkan pariwisata di Pulau Tangah.

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, pada saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi Sumatera Barat, Irdham, SH, MH di Pulau Angso Duo, Sabtu (23/4).

"Pulau tangah memiliki potensi untuk dikembangkan. Di sana ada telaga, hutannya masih alami dapat dijadikan kebun binatang mini dan tempat bermain anak seperti seluncuran," ungkap Mukhlis.

Sambungnya, pengembangan wisata tidak dapat dibangun secara keseluruhan namun harus diselesaikan satu persatu. Apabila satu kawasan sudah selesai dibangun baru pindah pengembanganya ke kawasan lain sehingga dapat langsung dirasakan masyarakat.

Senada dengan walikota, Kepala DKP Kota Pariaman, Dasril, membenarkan akan dikembangkannya Pulau Tangah karena Pulau Angso sebenarnya hanya boleh dikunjungi 100 pengunjung per-hari.

"Karena banyak pengunjung yang datang ke Pulau Angso, perlu di kembangkan Pulau Tangah dengan konsep yang berbeda," kata dia.

Menurutnya, rencana tersebut dimulai tahun 2016 dengan membuat perencanaan dan desain.

Sementara itu, Wakil Walikota, Genius Umar, menerangkan objek wisata Pulau Angso Duo, disamping wisata alam juga wisata sejarah. Kata dia Pulau Angso Duo tempat tinggal para penyebar agama Islam di Sumatera Barat.

"Kita lihat kuburan Katik Sangko, kuburan murid-murid Syekh Burhanudin, dan sumur tua airnya tawar yang dijadikan tempat mandi mereka. Ini bukti sejarah bahwa islam masuk ke Sumatera Barat pertama kali di Pariaman," ujar Genius menerangkan sejarah kuburan panjang pada Wakajati.

Wakajati mengaku senang mengunjungi Kota Pariaman, dan sangat apresiasi terhadap kebijakan pemerintah Kota Pariaman dalam membangun dunia pariwisata.

"Saya sangat senang melihat wisata Kota Pariaman. Wisata Kota Pariaman mantap dan perlu dikembangkan lagi," kata dia.

Dia menuturkan, banyak potensi yang dapat dikembangkan di Kota Pariaman mulai dari wisata budaya dengan tabuiknya, ecotourism dengan penangkaran penyu yang ada hutan mangrovenya dan wisata alam yang indah baik pantai dan pulau-pulau.

"Sehingga ke depan dapat lebih menarik wisatawan asing yang datang, karena wisatawan asing sangat tertarik dengan wisata budaya dan alam," ungkapnya.

Senada, Kajari Pariaman, Yulitaria, juga mengapresiasi pengembangan wisata Kota Pariaman, dan siap mempromosikannya.

"Wisata Kota Pariaman sangat bagus. Tentu masih ada kekurangannya, seperti pemandu wisata yang belum mampu menceritakan sejarah yang ada pada setiap objek wisata yang dikunjungi," kata Yuli.

Kunjungan kerja Wakajati di Kota Pariaman dilakukan selama dua hari, tanggal 22-23 April 2016, yang dimulai dengan mengunjungi Kantor Kajari Pariaman, konservasi penangkaran penyu, rumah tabuik, Pulau Angso Dua dan Pulau Kasiak.