(H+1 UN Kota Pariaman) Dukung Pelaksanaan UN Jujur dan Berintegritas




Hari ini, Senin (4/4) hingga 7 April mendatang, sebanyak 2.623 siswa SLTA/sederajat di Kota Pariaman mengikuti Ujian Nasional (UN) atau ujian kelulusan.

Dari hasil pemantauan wartawan di sejumlah sekolah, UN berjalan tertib, aman dan lancar.

Meteri Pendidikan RI, Anies Baswedan dalam wawancara pagi di salah satu televisi swasta nasional menghimbau kepada seluruh siswa agar melaksanakan ujian dengan jujur dalam rangka gerakan revolusi mental nasional. Termasuk kepada guru pengawas dan pemerintah daerah setempat.

Saat wawancara live itu dia menuturkan, dalam UN tahun 2016 diharapkan semua pihak mendorong agar hal itu terwujud demi generasi muda yang berkarakter harapan bangsa ke depan.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, saat dihubungi wartawan menyebut, arahan Menteri Pendidikan Anies Baswedan sangat tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan institusi pendidikan dalam rangka membentuk karakter dan integrity anak bangsa.

Dia mengajak semua pihak agar mendukung terlaksananya UN berintegritas sebagaimana himbauan menteri. Kata dia, UN tidak semata-mata mengejar target "brutal" tapi harus mengedepankan hasil ujian murni
yang keluar dari para siswa.

"UN (bagi Pemko Pariaman) lebih mengutamakan nilai kejujuran. Semua pihak perlu mendukung agar siswa yang ujian berlaku jujur dan tidak mencontek serta tidak ada bocoran soal," kata Genius.
 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Pariaman, Kanderi, terpisah mengatakan, berbagai langkah pengamanan dan antisipasi kebocoran soal saat UN berlangsung telah dilakukan pihaknya jauh hari.

"Naskah soal yang dulunya ditaruh di sekolah dengan sejumlah pengamanan dari pihak kepolisian, beberapa tahun belakangan kita amankan di Mapolres Pariaman. Itu bentuk jaminan tidak akan terjadi kebocoran soal naskah UN," kata Kanderi.

Menurut dia, yang sering terjadi saat UN berlangsung adalah perilaku siswa yang saling mencontek. Modus tersebut diketahui pihaknya setelah melihat hasil UN yang senada hasilnya antar siswa dalam satu lokal.

"Misalkan soal (A) ternyata salah dan soal (B) benar, hampir senada semua murid yang menjawab sama soal tersebut. Untuk mengantisipasi pencontekan tidak terjadi maka kita tingkatkan pengawasan dengan sistem silang murni. Artinya peserta ujian akan diawasi oleh tenaga pengawas yang bukan dari pihak sekolah asalnya," jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, optimis UN di Kota Pariaman berjalan dengan baik dan menghasilkan nilai sebagaimana yang diharapkan.

Kata dia, dengan persiapan belajar jelang UN yang dilakukan baik oleh dinas terkait maupun dengan belajar di rumah oleh murid dalam pengawasan orangtua, hal tersebut akan terwujud.

"Tadi saya meninjau pelaksanaan UN di sejumlah sekolah diantaranya SMK 3, SMA 2 dan SMK 4, Alhamdullilah berjalan dengan lancar. Kita berharap hasilnya juga bagus dalam hal nilai dan tingkat kelulusan," kata Mardison.

OLP