Genius Minta Seluruh Puskesmas di Kota Pariaman Ramah Anak




Meningkatnya berbagai peristiwa buruk yang terjadi pada anak, baik itu dalam bentuk kekerasan fisik, pelecehan, penelantaran maupun kekurangan perhatian terhadap anak mengharuskan kita memberikan perlindungan yang lebih ekstra terhadap anak.

Hal itu Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar saat membuka acara advokasi penerapan pelayanan ramah anak di Puskesmas, Senin (18/4), di ruang pertemuan hotel Almadinah Pariaman.

Lanjut Genius, pemerintah pusat telah menerbitkan UU nomor 23 tahun 2002 yang kemudian dirubah menjadi UU nomor 35 tahun 2014 dimana setiap anak yang belum berusia 18 tahun termasuk dalam kandungan berhak untuk dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi yang wajib diberikan oleh orang tua dan keluarga.

Puskesmas, kata dia merupakan pelayanan penuh hak anak di bidang kesehatan. Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, puskesmas juga harus mampu menjadi pusat informasi kesehatan masyarakat dan selayaknya puskesmas menjadi tempat yang ramah, nyaman serta menyenangkan bagi anak-anak, sehingga anak-anak tidak takut lagi untuk berobat.

“Saat ini Kota Pariaman telah memiliki 7 unit Puskesmas, 11 unit Puskesmas Pembantu dan 31 unit Poskesdes, 1 unit Puskesmas ramah anak percontohan dan satu unit Poskesdes ramah anak," ungkap dia.

Dia berharap dengan kegiatan advokasi tersebut mampu menjadi inspirasi bagi pengelola kesehatan sehingga puskesmas yang ada di Kota Pariaman menjadi ramah anak.

"Setiap SKPD dalam membuat kegiatan agar selalu mempertimbangkan pemenuhan hak anak yang memberikan kepentingan terbaik bagi anak Kota Pariaman,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan itu sebagai narasumber, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Lenny Rosalind an ketua YKI Kota Pariaman Ny Lucy Genius.

TIM