(Momen Pasar Modern Suger) Peran JKA bagi Padangpariaman




Jhon Kenedy Azis (JKA) merupakan salah satu anggota DPR-RI yang dinilai masyarakat bekerja sungguh-sungguh menjalankan amanah rakyat yang diwakilkan kepadanya. JKA dalam waktu resesnya di pemberitaan media terlihat sering turun ke daerah pemilihannya (dapil) untuk menjaring aspirasi, apalagi untuk Kabupaten Padangpariaman yang merupakan kampung halamannya sendiri. Dia terlihat sering menghadiri kegiatan bersama Bupati Padangpariaman Ali Mukhni.

Pria kelahiran 6 Juni 1959 bersuku Piliang dan suami Nita Christiani Soffandi itu terus berupaya menjalin komunikasi sedekat mungkin dengan kepala daerah dan stakeholder di dapilnya agar dapat berkomunikasi langsung tentang kebijakan arah pembangunan. Untuk melakukan peran legislatifnya di DPR secara maksimal dia juga berbaur dengan masyarakat kalangan "akar rumput". 


JKA juga dinilai tidak pernah menolak diskusi atau menghadiri kegiatan jika dia diundang saat berada di Pariaman. Jika Anda berumur dibawahnya, sesama orang minang, dia akan menyuruh Anda memanggilnya "Ajo".

Politisi Golkar dalam jabatan pertamanya sebagai legislator tersebut dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Kedekatannya itu menurut saya adalah sebagai bentuk penyatuan visi demi mewujudkan pembangunan di Padangpariaman.


Komunikasi penting dia lakukan dengan kepala daerah agar ada kesamaan visi, langkah dan terobosan yang akan dilakukan bersama untuk terwujudnya program pembangunan yang komprehensif di Padangpariaman.

Selain bersama Ali Mukhni, JKA juga menjalin komunikasi dengan Faisal Arifin, Ketua DPRD Padangpariaman, tokoh masyarakat, tokoh perantau dan tokoh adat. Dia perlu menyatukan berbagai sudut pandang agar persepsi mengerucut ke satu titik yang sama.


JKA pada suatu kesempatan mengatakan yakin Kabupaten Padangpariaman akan menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat melihat pertumbuhan ekonomi Padangpariaman akhir-akhir ini merupakan yang tertinggi di Sumatera Barat. 

Langkah menuju ke arah sana ditambah peningkatan menurut hemat saya perlu sebuah tim kerja mulai dari tingkat daerah hingga ke pemerintahan pusat. JKA tentu mengambil peran dalam tim kerja itu.

Sebagaimana terlihat, Kamis (17/9) JKA didampingi Ali Mukhni dan Faisal Arifin bersama tokoh masyarakat terlihat bersemangat pada acara peletakan batu pertama pembangunan pasar modern Sungai Geringging (Suger). Pasar Suger adalah merupakan salah satu pasar tradisional tertua di Padangpariaman yang pengelolaannya diserahkan ke nagari. 


Pasar Suger kelak akan diproyeksikan sebagai region market perbatasan Padangpariaman dan Agam. Jalan penghubung-pun diperlebar yakni jalan Lubuk Basung-Sungai Geringging-Palak Tabu-Padang Alai-Tandikek-Sicincin-Malalak sebagai penunjang.

Di hari itu juga JKA bersama Bupati Ali Mukhni meninjau pembangunan Kampus Balai Diklat Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Nagari Tiram Kecamatan Ulakan Tapakis. Pembangunan pusat pendidikan terbesar dan terlengkap bagi calon perwira pelayaran satu-satunya di Pulau Sumatera itu adalah proyek keroyokan antara daerah, provinsi dan pusat. Dana pusat atau APBN dominan dibelanjakan untuk proyek trilyunan rupiah tersebut. BP2IP Padangpariaman merupakan yang termegah di Indonesia. Meski belum 100 persen rampung, daya ungkit BP2IP terhadap sektor lain mulai terlihat seperti pariwisata, jasa dan perdagangan di kawasan itu.

OLP