Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Didukung Masyarakat Yang Ramah dan Keindahan Alam Memukau, Pariaman Dapatkan Posisi Sebagai Kota Tujuan Wisata

4 Desember 2014 | 4.12.14 WIB Last Updated 2014-12-04T13:34:33Z



Penetapan visi dan misi Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama, bermakna bahwa semua sektor pembangunan pemerintah Kota Pariaman diarahkan mendukung sektor pariwisata.

Alasan pemilihan visi misi tersebut dilatarbelakangi karena potensi yang dimiliki Kota Pariaman yang terbatas. Untuk itu sektor kepariwisataan akan menjadi penggerak utama perekonomian dan dapat memberikan multiplayer effect pada sektor lainya. Dengan berkembangnya sektor pariwisata akan membangkitkan pilar-pilar ekonomi masyarakat Kota Pariaman. Hal itu disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya pada acara pembukaan Penyuluhan Sadar Wisata Kota Pariaman di aula Hotel Nan Tongga, Pariaman (3/12/2014).

Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2013-2018 tersebut, kata Mukhlis, memerlukan upaya bagaimana  untuk mendatangkan dan membuat wisatawan tertarik ke Kota Pariaman.

"Baik itu karena destinasi wisata yang ditawarkan dan penyelenggaraan berbagai iven olaharaga dan budaya, maupun karena layanan serta keramhatamahan dari masyarkat pelaku wisata," jelas Mukhlis.

Mukhlis menuturkan, pengembangan pariwisata tersebut tidak mungkin dilaksankan oleh pemerintah saja namun sangat tergantung dari keterlibatan semua stakeholder baik pihak swasta maupun masyarakat.

"Dalam hal ini masyarakat yang sekaligus pelaku wisata mempunyai peran yang sangat besar terhadap pengembangan pariwisata. Untuk itulah hari ini kita adakan penyuluhan kepada masyarakat pelaku wisata bagaimana berprilaku yang ramah dan memberika layanan yang baik kepada pengunjung," kata Mukhlis.

Dituntaskan Mukhlis, dalam pengembangan pariwisata tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian yaitu kebersihan; yang dimulai dari kebersihan diri pribadi, rumah tangga dan lingkungan.

"Selanjutnya adalah senantiasa menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah berkena'an dengan penataan tempat wisata yang telah ditata sedemikian rupa sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.

Penyuluhan yang melibatkan 50 orang masyarakat pelaku wisata yang berada di sekitar objek-objek wisata Kota Pariaman ini, bertujuan untuk memberikan perubahan mindset kepada pelaku wisata menjadi masyarakat yang sadar wisata. Kegiatan ini mengundang para narasumber antara lain Kadis Disbudpar Kabupaten Pesisir Selatan, Ketua Asita Provinsi Sumbar, Ketua MUI Kota Pariaman, dan Direktur Akademi Wisata Bunda Padang.


HC/OLP
×
Berita Terbaru Update