Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

360 Derajat Di Atas Menara Mercusuar Pulau Kasiak

8 Agustus 2014 | 8.8.14 WIB Last Updated 2014-08-08T15:51:29Z



Ini adalah kali pertama saya menginjakan kaki di pulau kasiak (Pulau Kaslik, bahasa formal Dirjen Perhubungan Laut), salah satu gugusan empat pulau yang menghadap ke pantai Pariaman. Pulau Kasiak berjarak lebih kurang 3 Mil dari bibir pantai Gandoriah dengan luas lebih kurang 0,5 hektare. Menggunakan transportasi kapal kayu dengan kapasitas 20 penumpang bermesin tempel merk Yamaha 40 PK kami mengarungi laut cuaca tenang di pagi Jum'at (8/8) ini. Saya, Tomi Syamsuar (wartawan harian Singgalang) Jim Aditya (mantan wartawan Tempo, pendiri teater koma) dan Istrinya Baby Jim Aditya (aktivis HIV/Aids) menempuh perjalanan selama 15 menit hingga kapal yang kami tumpangi tersebut merapat di bibir pantai yang dipenuhi terumbu karang. Pohon kelapa menjulang dan pohon sukun tua berbuah lebat terlihat tenang menyapa.



Di perjalanan menuju pulau Kasiak terbentang pemandangan tepian pantai Pariaman menguntai indah. Terlihat gunung Pasaman yang anggun teronggok dipelukan jajaran bukit barisan. Gunung Singgalang tersipu malu di tirai awan.


      Bekas Dermaga

Kapal yang dikemudikan oleh Yanto, nahkoda yang sering mengantar kami dalam berbagai sesi liputan ke pulau terlihat semangat pagi itu. Dia seorang muslim yang taat. Ponselnya selalu dalam keadaan mati jika masuk jadwal Sholat. Pada Yanto dan rekan kru ABK-nya kami pesankan jemput di pukul  lima sore.

Di pulau Kasiak terdapat sebuah mercusuar DSI (Daftar Suar Internasional) setinggi 40 meter berdaya pancar radius 40 Mil dengan kode tertentu yang dimengerti oleh para pelaut. DSI dijaga oleh pegawai dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut kementrian Perhubungan Republik Indonesia yang punya kantor cabang di Bungus Padang dan sebuah pos di Naras Pariaman. Pulau dijaga oleh empat KK dengan sistem aplausan tiap empat bulan sekali. Mercusuar auto on-off sensor cahaya dengan suplay energi solar panel. Pegawai DSI menempati 5 unit rumah yang disediakan dengan suplay energi genset diesel yang menghabiskan 24 liter solar per-harinya. Di pulau tersebut hanya terdapat satu buah televisi untuk empat KK yang ada disana. Empat orang pegawai DSI yang dinas hingga 15 hari kedepan menunggu aplausan adalah Syafrizal Bakar, Yarman, Yusrial dan Slamet Subuno. Ke empat pria tersebut mengaku dikunjungi oleh istri mereka seminggu sekali. Keluarga mereka semuanya berdomisili di Kota Padang.

Di pulau Kasiak juga terdapat pusat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman dibawah Dinas Kelautan Perikanan dan dikelola penuh oleh UPTD Konservasi Penyu pimpinan Citra Aditur Bahri yang juga komandan di pusat konservasi penyu sekaligus wisata ekologi di desa Ampalu. Demaga yang dibangun pemerintah di sana tak bertahan lama, tinggal puing kayu.
 

Eksploitasi ikan karang dan biota laut (salah satunya swallow laut yang diburu penyelam Madura) secara massif beberapa tahun lalu membuat terumbu karang di sekeliling pulau Kasiak  rusak parah. Hal itu terlihat dari onggokan potongan pecahan terumpu karang yang disusun sebagai pagar penyangga di salah satu bibir halaman pulau. Mendapati hal tersebut, Pemko bersama aktivis mahasiswa pencinta terumbu karang beberapa waktu lalu melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau sebagai langkah antisipatif.

Di halaman pulau terdapat sebuah petakan berpagar tinggi tempat inkubasi telur penyu secara alami. Di pulau Kasiak menurut pengakuan pegawai DSI dikunjungi paling tidak sebulan sekali oleh penyu untuk menetaskan telurnya. Intensitas meningkat di musim-musim tertentu.

Keindahan alam pulau Kasiak layak diancungi jempol apalagi jika kita berusaha sedikit memanjat jenjang mercusuar (kami memanjat menara mercusuar mengambil gambar seizin pegawai DSI) untuk melihat panorama pulau tersebut 360 derajat. Salah satu kendala bagi wisatawan untuk berkunjung ke pulau itu adalah karena bibir pantai dipenuhi gugusan karang, apalagi saat pasang air laut sedang surut. Hanya nahkoda-nahkoda handal yang bisa menyekatkan kapal ukuran kecil atau boatnya melalui celah sempit di bibir pantai pulau tersebut.

Oyong Liza Piliang
×
Berita Terbaru Update