Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Emil Salim: Beri Kesempatan Anak Saya Berjuang Untuk Bangsa

6 April 2014 | 6.4.14 WIB Last Updated 2014-04-06T15:34:00Z




Sebelum kembali ke Jakarta, Keluarga Salim, yaitu, Prof. Dr. Emil Salim beserta Istri Roosmini Salim dan kedua putra putri mereka Amelia Salim dan Roosdinal Emil Salim melakukan temu ramah dengan keluarga besar Nangkodo Baha Institute (NBI), Alang Babega, Tim Sirangkak, dan pasukan motor, besutan Indra Jaya Piliang (IJP) di kawasan wisata alam Tirta Alami lembah anai Padangpariaman, Minggu 6/4/2014.

Keluarga Salim disambut puluhan relawan di pintu masuk pemandian tirta alami (atas dan bawah kiri) Roosmini dan Emil Salim (bawah kanan)

Hal itu dimaksudkan IJP untuk menjalin persaudaraan dan tali silaturahmi Tim dengan keluarga besar Salim yang telah berjasa untuk Republik Indonesia ini. Emil Salim adalah anak ke-6 dari almarhum pahlawan nasional Haji Agus Salim, tokoh besar masyarakat Minangkabau.




"Kalah menang kita tetap satu kesatuan, karena politik tidak mengenal titik akhir. Pak Emil Salim sudah banyak memberikan sumbangan untuk bangsa. Beliau sekarang adalah ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres dari zaman Gus Dur hingga Megawati dan SBY, sebelumnya menjadi mentri selama 22 tahun) yang di usia 84 tahun masih di amanahkan untuk menjabat," ujar IJP di hadapan ratusan relawan militannya tersebut.




Sebagaimana diketahui sebelumnya, IJP bersama tim dan relawannya bertekad untuk mengantarkan Roosdinal Emil Salim caleg DPR RI dari partai Golkar dengan Nomor urut 4 daerah pemilihan Sumbar II untuk merebut satu kursi di senayan. Hal itu dibuktikannya dengan upaya maksimal selain dengan jaringan tim dan relawannya selama di Pilkada Kota Pariaman 2013 lalu, juga dengan jaringan yang sudah lama dibinanya sejak Pemilu 2009. IJP pada Pemilu 2009 memperoleh lebih dari 25.000 suara. Dan yang perlu diketahui bahwa IJP menang di tingkat Mahkamah Agung untuk duduk di DPR RI dalam gugatannya, namun dengan pertimbangan tertentu IJP melepas kursi tersebut. 


 Amelia Emil Salim, Roosmini Emil Salim dan salah satu relawan Tim Sirangkak

Sekarang, pada Pemilu 2014 IJP tidak mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif, ia memfokuskan diri untuk memenangkan Partai Golkar di seluruh Indonesia untuk Pemilu dan Pilpres 2014.

    IJP, Emil Salim dan Fadli
 
"Pak Emil Salim adalah Tauladan bagi kami, medan pengabdiannya tidak terbatas. Sedangkan Roosdinal adalah sosok muda cerdas yang punya integritas. Ia adalah sosok ideal untuk menyalurkan aspirasi masyarakat Pariaman di DPR. Dinal (sapaan Roosdinal) menguasai bidang ekonomi dimana Sumatera Barat sangat memerlukan keterwakilan itu disaat ke kinian di DPR RI," lanjut IJP.

IJP juga berharap dalam waktu tinggal tiga hari lagi sebelum pencoblosan agar tim bekerja secara maksimal demi kemenangan Roosdinal Emil Salim.

Disaat yang sama, Roosdinal Emil Salim mengatakan bahwa IJP adalah sahabat dekatnya. IJP mengenal dengan baik siapa dirinya.

"Indra (IJP) adalah teman salapiak sakatiduran saya. Oleh karena itu terlepas menang dan kalah, komunikasi dengan saudara-saudara dan ibu-ibu semua tidak akan terputus, sebagaimana dengan Indra," ujar Dinal.

"Namun demikian kita usaha keras untuk mencapainya. Dukung saya ke DPR. Darah saya mengikuti keluarga. Saya ingin berbakti untuk negara. Kita musti ciptakan generasi baru," imbuh Dinal.

Dinal mengatakan, bahwa Politik sekarang mengharuskan dipilih terlebih dahulu untuk duduk di DPR RI bukan berdasarkan kualitas yang ditentukan oleh partai. Begitu juga di pemerintahan, baik sebagai Mentri, Direksi BUMN hingga Kepala Daerah, semua dominan ditentukan oleh orang politik, bukan atas dasar kemampuan dari orang tersebut.

"Sekarang saatnya saya merebut kursi DPR. Usia saya sekarang 47 Tahun, jika menunggu lima tahun lagi, kreatifitas akan berkurang," lanjut Roosdinal.

Dikesempatan itu, Emil Salim juga menceritakan tentang perkembangan Sumatera Barat.

"Pada tahun 1977, ketika umur Dinal 11 tahun saya ajak ke Pariaman. Kami dengan keluarga kecil tidur dalam rumah warga yang belum ada listrik dan air bersih. Waktu itu saya datang untuk kampanye Golkar pasca kekalahannya dari PPP di Sumatera Barat. Setelah itu Golkar menang kembali. Sekarang Pariaman jauh lebih baik," kata Emil Salim.

Menurut Emil Salim, 44% penduduk Sumbar adalah petani, 22% adalah pedagang, dan sekian persen lagi pengusaha. Orang Minang dikenal Intelek dan memiliki otak yang encer. Tokoh besar pendiri bangsa Indonesia sangat dominan orang Minang, seperti, Muhammad Hatta Wakil Presiden RI pertama, Sutan Syahril perdana mentri RI pertama, Haji Agus Salim dan masih banyak lagi contoh lainnya.

EMIL SALIM MINTA IJP JADI BUPATI


  Emil Salim Katakan IJP bisa buat kemajuan untuk Padangpariaman, untuk itu IJP pantas dijadikan Bupati Padangpariaman pada 2015 nanti

 

"Industri besar tidak ada di sini. Untuk itu kita musti berjuang. Kita musti dorong tokoh muda untuk memimpin. Masa usia 60 tahun sudah lewat, sekarang masanya usia 40 tahun untuk memimpin. Indra (IJP) pantas jadi Bupati. Padangpariaman musti berada digaris terdepan dalam pembangunan," kalimat Emil Salim bergetar.


Emil Salim: Hanya orang Minang yang garis keturunannya diambil dari garis Ibu di Indonesia.
 
Disamping itu, Emil Salim juga meminta agar Dinal diberi kesempatan untuk duduk di DPR RI untuk memperjuangkan kemajuan Sumatera Barat dan bangsa Indonesia. Emil menegaskan bahwa Dinal tidak akan pernah mengusung kepentingan pribadinya di parlemen.

"Hubungan dengan masyarakat musti dipelihara dengan baik demi menampung aspirasi untuk diperjuangkan," jelas Emil.

Disamping itu Emil Salim juga menekankan pentingnya bekal pendidikan untuk anak-anak agar bisa hidup mandiri.

"Kekayaan orang tua adalah untuk pendidikan anak. Sikap bagi generasi muda, ciptakan pekerjaan, jangan mencari-cari pekerjaan. Itulah semangat kita orang Minangkabau," nasehat Emil.

Dikatakan, kunci kemajuan untuk pemuda adalah dengan terus belajar.

"Jika kamu pintar wahai pemuda, kamu tidak akan mencari-cari pekerjaan. Tapi pekerjaan yang mencarimu," wejangnya.

Disamping mengajak pemuda untuk kreatif dan menciptakan hal-hal baru, Emil Salim juga menghimbau jangan ada yang golput pada pemilu 9 Aril mendatang.

"Jangan ada golput, jangan ada jual beli suara, jangan ada pemilihan dagang. Pertaruhkan hati nurani dalam pemilihan. Pilih calon usia kepala empat, jangan yang tua-tua," pungkas Emil Salim.

Catatan Oyong Liza Piliang
×
Berita Terbaru Update