Issu Santet untuk KPK VS Komposisi APBD Banten

1381397215449356933
foto : foto.okezone.com

Sudah 3 hari belakangan ini wacana “santet” akan menyerang KPK banyak dibicarakan di dunia maya. Ini berawal dari kultwit sebuah akun bernama @kurawa yang diberinya judul Klenik dan Konflik Queen of Scary. Siapa lagi yang dimaksudkan Queen of Scary kalau bukan sang “ratu” dari Banten. Dalam kultwitnya sekitar 3 hari lalu, @kurawa bercerita tentang obrolannya dengan warga Serang, salah satunya tentang : kalo sampai Queen Of Scary dipanggil KPK katanya ratusan tukang Teluh Akan menyerang seluruh pimpinan KPK :)) begitu bunyi twitnya. Twit lanjutannya : “kejadian Queen of Scary ini Akan beda2 Tipis deh spt di Kalimantan, menurut Info “Konsolidasi” sdh dilakukan termasuk penyelamatan si adik dan “Jadi beberapa hari Queen of Scary ini menghilang yah utk memperkuat “pertahanan” ini Akan seru nantinya :))”

Sebagian orang merasa ngeri dan merinding setelah membaca seluruh isi kultwit tersebut. Sesuatu yang manusiawi, meski sebenarnya tidak tepat. Betapa tidak, kalau disebut asma Allah saja kita tidak merasa takut – padahal setiap hari kita berbuat dosa – tapi ketika mendengar ancaman teror supranatural kekuatan ilmu hitam, kita justru sampai berdiri bulu kuduk. Padahal, sebagai Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Kekuatan dan Kekuasaan, Allah, Tuhan semesta alam, tuhan-nya manusia dan setan serta jin, Allah lebih layak ditakuti.

Sebagai sebuah peringatan agar waspada, kultwit itu layak dipertimbangkan. Tapi bagaimana jika dampaknya justru membuat nyali warga Banten yang sudah mulai berani terang-terangan melakukan perlawanan, jadi ciut kembali? Padahal, menakut-nakuti itulah modal sang Ratu untuk tetap berkuasa. Sudah sejak lama masyarakat Banten – terutama yang masih tinggal di pelosok dan di daerah yang sengaja tak pernah dibangun infrastrukturnya – bisa dijaga loyalitasnya dan diarahkan untuk memilih dinasti sang Ratu, berkat issu intimidasi macam itu, terutama ketika sang bapak masih ada, sangat mengandalkan kekuatan jawara.

13813974311504922325
foto : foto.okezone.com

Tapi syukurlah efek ketakutan dan kengerian itu tak tercermin dari komentar yang tersebar di banyak berita terkait issu tersebut di media online. Hampir semua komentar justru menegasikan kekuatan teluh. Ah.., tapi itu kan suara netter, pengguna internet yang nota bene sudah melek teknologi, sudah berpikiran progresif, sudah maju dan belum tentu mereka warga Banten, mungkin ada berpikir begitu. Namun untunglah kemarin penulis mendapati fakta warga Banten pun tak surut dalam ketakutan. Kemarin siang penulis menghadiri undangan pernikahan di Serang. Setiba di sana, beberapa orang membincangkan kemacetan di sekitar alun-alun Serang karena ada demo. Sepulang dari acar itu, penulis dan teman-teman sengaja berputar menuju alun-alun Serang. Sayangnya setiba di sana – sekitar pukul 2 siang – sisa demo sudah tak terlihat lagi. Tapi malam harinya penulis menonton tayangannya di Metro TV dan pagi ini membaca beritanya di Radar Banten.

1381397537761012183
Demo para ulama dan santri kemarin di Serang (foto : www.radarbanten.com)

Para demostran adalah ratusan massa perwakilan dari ulama dan santri di Banten. Mereka duduk bersila menghadap kiblat di depan Pendopo Kantor Gubernur Banten, untuk berdoa bersama (istighosah). Doa yang dilantunkan lewat pengeras suara dari mobil bak terbuka itu untuk memberi dukungan moril pada KPK. Ada spanduk panjang bertulis dukungan masyarakat Banten kepada KPK yang dipasang pada kawat berduri yang memblokade Jl Veteran di depan kantor Gubernur. Ada pula spanduk putih yang dibentangkan guna mengumpulkan tanda tangan dari warga masyarakat Banten yang mendukung segenap langkah KPK untuk membongkar dan mengusut berbagai dugaan korupsi dan manipulasi yang membelit keluarga penguasa Banten. 

Di televisi, nampak cukup banyak warga yang bersimpati dan berhenti sejenak untuk menorehkan tanda tangan di kain putih itu. H Ahmad Izudin dari Pandeglang yang mewakili para ulama yang turut istigosah menyatakan : “Kami dari ulama sendiri sangat mendorong upaya ini sudah dari dulu, bukan hanya sekarang. Banten bisa dibersihkan dari hal yang merugikan kita semua”. Bahkan ulama menilai selama ini aparat penegak hukum seolah tutup mata terhadap kasus korupsi di Banten. Acara demo itu diisi dengan membaca doa istighosah untuk keselamatan masyarakat dan pemerintahan Banten di masa yang akan datang. (catat : pemerintahan Banten di masa yang akan datang, jadi BUKAN yang sekarang – pen.)

13813976101847765011
foto : foto.okezone.com

Ini melegakan bagi penulis, artinya issu bahwa ulama se-Banten masih mendukung keluarga sang Ratu, terbantahkan dengan demo kemarin. Istighosah yang dilakukan Ratu Atut hari Senin yang meminta agar dia dan keluarganya didoakan, kemarin dibalas dengan istighosah yang justru mendoakan adanya pemerintahan Banten di masa datang. Digelar di jalanan, tidak di masjid, cara ini justru makin menunjukkan bentuk perlawanan, dimana para ulama dan santri berani head to head berhadapan langsung dengan Gubernur (disimbolkan dengan Pendopo Gubernuran) meski sudah dipasangi kawat berduri. Para penggiat anti korupsi pun sudah sejak Senin lalu mendatangi KPK. 

Mereka yang tergabung dalam JAWARA (Jaringan Warga untuk Reformasi Banten) menyerahkan sejumlah data yang dianggap dapat membantu mempercepat kerja KPK. Ratusan mahasiswa Banten bahkan berjalan kaki ke kantor KPK dan berdemo di depan Gedung KPK untuk mendesak KPK agar segera mengusut korupsi di Pemprov Banten. Foto-foto yang diambil dari portal berita okezone.com menjadi bukti dukungan warga Banten pada KPK. Anda dapat melihat semua foto disini dan disini.

13813977621037133069
foto : foto.okezone.com

Kembali ke kicauan akun @kurawa di jagad twitter, sebenarnya bukan hanya tentang klenik dan konflik quee of scary saja, sehari sebelumnya ia pun berkicau tentang Dilema Provinsi Banten yang beberapa kicauannya membuat penulis tersenyum nyengir karena apa yang ditulisnya mirip dengan pengalaman penulis saat pertama kali menginjakkan kaki di Propinsi ini sekitar 3,5 tahun lalu. @kurawa memulai kicauannya dengan : “Banten itu adalah contoh Terburuk dari yang namanya Pemekaran Wilayah.. sejak lepas dari Jabar Kondisinya Jalan Ditempat.. tragis”. Lalu ia pun mengusik kesadaran kita bahwa sejak propinsi Banten berdiri pada tahun 2000 sampai nanti tahun 2017, sang Ratu inilah yang akan terus berkuasa.

Kicauannya yang membuat penulis tersenyum adalah ketika ia mencoba menggambarkan bahwa narsisme sang Gubernur jadi simbolnyata bahwa sang Ratu hendak menunjukkan kuasanya, seperti tercermin dalam kicauannya : “Dari mulai keluar tol serang - Alun2, hanya reklame Muke si Queen of Scary ini yg menghiasi Kota. Seolah dia katakan : I’m a Madam Le Banten. Hal ini sangat kontras dengan sampah yang menumpuk dan jorok di depan kantor Gubernur, sama seperti ketika pertama kali Banten berdiri, sama sekali tak ada kemajuan. Begitupun jumlah pengemis dan pengamen yang makin banyak, kontras dengan meluncurnya mobil mewah milik  kerabat sang Ratu. Sementara, jalanan yang sempit tak sekali pun diperlebar sejak Banten berdiri, padahal jumlah kendaraan bermotor makin banyak.

13813978631389823887
foto : foto.okezone.com

Masih seputar infrastruktur Banten yang parah banget, @kurawa menulis : “Queen of scary ini sebenarnya lg menerima hasil sumpah serapah pengguna jalan di ciwandan - anyer yg selama 2 thn jadi kubangan Kuda Nil :). Tragis kerusakan parah akses Industri dan Pariwisata Banten yg merupakan Jantung Banten dibiarkan segitu lama oleh pemprovnya. Bayangkan kalo di 1 mobil Avanza ada 8 orang yg badannya sakit Krn lewati jalan rusak ini bersumpah : Anjroot neh Gubernur gue sumpahin… 8 penumpang dikalikan jumlah mobil yg lewat x 2 tahun… gimana gak numpuk tuh sumpah serapah orang yg teraniaya Krn rusaknya jalan :D”

Mau tak mau penulis tersenyum geli, sebab apa yang ditulisnya sepenuhnya benar dan itulah yang sering penulis alami saat harus berkunjung ke perusahaan mitra kerja penulis. Masih banyak cerita seputar jalan yang dibiarkan rusak sepanjang Ciwandan – Anyer ini, yang penulis dengar dari tetangga penulis, karyawan sebuah perusahaan petrokimia yang berlokasi di Ciwandan. Mungkin akan dituliskan lain kali.

Dalam kultwitnya yang lain yang diberinya judul Kejahatan Berjamaah di Provinsi Banten, @kurawa mengaku putus asa – dia menyebut tweetless – setelah mencermati kompisisi APBD Banten sama sekali tak menyisakan serupiahpun untuk kesejahteraan rakyat Banten. @kurawa membukanya dengan : Baru baca komposisi APBD Banten thn 2013 ckckck.. pantesan Banten Hancur2an.. Nobody Care… aplg DPRD nya… harus dibubarin neh Provinsi. Dia menjelaskan : APBD Banten 2013 sebesar Rp 6 triliun, dengan komposisi Rp. 3,5 triliun untuk belanja pegawai, hibah, bansos dan bantuan keuangan pemkot. Padahal, sudah jamak diketahui publik, siapa di balik LSM dan ormas penerima dana hibah dan bansos, yang konon kabarnya semua masih kerabat sang Ratu. Sisanya Rp. 2,5 triliun untuk belanja langsung (kebutuhan Pemprov) dimana Rp 1 triliun untuk infrastruktur. Eiiits…, jangan dulu mengira itu infrastruktur untuk kemaslahatan rakyat, sebab @kurawa menyebut “rinciannya bikin mules”. Dari jumlah Rp. 1 triliun, hanya Rp. 300 milyar untuk perbaikan jalan – entah jalan yang sebelah mana dan dimana –sedangkan lainnya untuk membangun fasilitas pejabat, termasuk penataan rumah dinas Gubernur.

13813979641023410129
foto : foto.okezone.com

Seperti banyak diberitakan di media massa, belum lama ini sekelompok penggiat anti korupsi dan mahasiswa ramai berdemo menyoal rumah dinas Gubernur Banten. Setelah mengajukan dana APBD sekian milyar untuk renovasi rumah dinas Gubernur, ternyata ujung-ujungnya rumah dinas itu malah diterlantarkan, dibiarkan tak terawat. Sehari-harinya bu Atut lebih suka tinggal di rumah pribadinya. Lucunya, rumah pribadi itu pun “disewakan”. Artinya Pemprov Banten harus membayar ke bu Atut sampai ratusan juta rupiah, untuk menyewa rumah pribadi Atut yang ditempati atas kehendaknya sendiri. Dan…, untuk semua pengeluaran konyoll itu DPRD Propinsi Banten pun “ho’oh” saja. Jadi tak salah kalau @kurawa menyebut nobody care! Termasuk DPRD-nya.

Total dari 6 triliun hanya 300 milyar yang katanya untuk membangun infrastruktur jalan se-propinsi, artinya hanya 5% saja yang kembali kepada rakyat. Itupun dengan asumsi 300 milyar seluruhnya dipakai untuk membangun, bukan di-mark up. Selebihnya, @kurawa berkicau : Yah Ampun.. Dana APBD Banten itu benar2 sedikitpun tdk ada utk kesejahteraan Warganya… dan ini sdh berlangsung lama ckckckck dan “Jadi Gak heran Prov Banten klo dilihat APBDnya itu bisa gue pastikan : 0 % pertumbuhan sejak berdiri… Jadi Buat apa dibuat neh Prov??. Selebihnya silakan anda baca sendiri lewat hyperlink yang saya sertakan tadi.

1381398046327312437
foto : www.tribunnews.com

Jadi, sebenarnya mana yang lebih “mengerikan”? Issu tentang pengerahan dukun teluh untuk menyantet pimpinan KPK ataukah fakta bahwa penggarongan APBD Banten yang sistematis sehingga pemiskinan secara struktural rakyat Banten akan terus berlangsung sampai akhir masa jabatan sang Ratu – yang mungkin kelak akan diteruskan oleh salah satu anak atau saudaranya – yang hanya akan menghasilkan tragedi kemanusiaan lebih panjang lagi?! Sudah cukup kita melihat anak-anak usia SD meniti jembatan tali yang hanya menyisakan 1-2 serpihan papan lapuk yang jika terinjak, bukan tak mungkin anak-anak itu tercebur ke sungai yang dalam dan arusnya deras. Sudah cukup cerita tentang madrasah ambruk dan menimpa siswa siswinya, karena kecilnya alokasi dana pendidikan di Pemprov Banten. Lain kali semua itu akan saya ulas dalam tulisan yang lain.

JUMAT KERAMAT

Besok, Jumat, 11 Oktober 2013, KPK sudah menjadwalkan pemanggilan atas sang Ratu, dengan status sebagai saksi atas kasus adiknya, Wawan. Istilah Jumat keramat yang dipopulerkan para awak media yang biasa nge-pos di Gedung KPK, karena biasanya mereka yang diindikasikan kuat terlibat, lalu diperiksa di hari Jumat, banyak diantara mereka yang tak kembali pulang ke rumah karena terus digelandang ke rutan KPK. Akankah besok jadi Jumat keramat bagi sang Ratu? Hanya Allah yang tahu, sebab DIA-lah Pemilik Kekuasaan, DIA berikan kekuasaan kepada siapa pun yang dikehendaki-NYA dan DIA cabut kekuasaan dari siapa pun yang dikehendaki-NYA. DIA muliakan siapa pun yang dikehendaki-NYA dan DIA hinakan siapa pun yang dikehendaki-NYA. Ditangan Allah-lah segala kebajikan. Sungguh, DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu.

13813981031072304566
foto : foto.okezone.com

Akhir kata, ketimbang menebar kengerian lewat issu santet, lebih baik menyebarkan fakta tentang komposisi tak wajar APBD Banten. Ini supaya Mendagri pun jadi “melek” atas fakta ini dan tak melulu menerima laporan ABS saja dari kepala daerahnya, sementara jelas kondisi masyarakatnya jauh dari sejahtera. Kalau dulu ada episode Cicak VS Buaya, rakyat berdiri di belakang KPK, berdemo menuntut Presiden berbuat sesuatu, kini kalau benar ada episode Cicak vs tukang santet, maka rakyat perlu kirim doa bersama untuk KPK. Tak perlu harus kumpul di Bundaran HI atau di Rasuna Said depan Gedung KPK, cukup dari rumah masing-masing, dengan cara dan agama/keyakinan masing-masing, berdoa agar perjuangan melawan pemimpin yang dzholim dan tak amanah bisa mendapatkan kemenangan. Mari kita sambut Jumat esok, semoga menjadi “Jumat keramat”.

Catatan Ira Oemar Freedom Writers Kompasianer