PARIAMAN - Sebuah lapangan futsal di Desa Kampung Baru Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, menjadi ruang baru bagi anak muda untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih positif.
Sebanyak 35 tim dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman ambil bagian dalam Open Tournament Futsal Tunas Mekar Cup 2026 yang dibuka Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Senin sore (31/8/2026).
Mulyadi mengatakan kegiatan olahraga seperti turnamen futsal penting untuk memberi ruang kepada generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang pada era globalisasi, termasuk kenakalan remaja, pornografi, narkoba dan berbagai perilaku negatif lainnya.
“Turnamen ini bukan hanya untuk mengisi mereka dengan kegiatan yang positif saja, tetapi wadah penting untuk generasi muda kita dalam berkreasi,” kata Mulyadi.
Ia bahkan menantang panitia dan Pemerintah Desa Kampung Baru Padusunan untuk memperluas turnamen tersebut dengan membuat kompetisi berdasarkan kelompok umur.
Menurut Mulyadi, selama ini kompetisi olahraga di tingkat desa maupun daerah lebih banyak memberikan ruang kepada atlet dewasa atau pemain profesional. Akibatnya, anak-anak dan remaja belum memperoleh kesempatan yang cukup untuk berkompetisi sejak dini.
“Jadi ke depan, agar panitia memikirkan untuk mengadakan event serupa dengan kelompok umur, mulai dari usia 8 tahun ke bawah, 12 tahun, remaja bahkan tingkat SMP dan SMA,” ujarnya.
Mulyadi menilai kompetisi usia dini tidak hanya membuat anak-anak memiliki kegiatan positif, tetapi juga dapat menjadi sarana pencarian bakat olahraga sejak awal.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Kampung Baru Padusunan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang mengalokasikan anggaran untuk kegiatan olahraga tersebut melalui dana desa.
Menurutnya, keputusan mengalokasikan dana desa untuk kegiatan kepemudaan menjadi semakin berarti di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tekanan.
“Tidak banyak desa yang menganggarkan kegiatan seperti ini,” kata Mulyadi.
Ia juga menilai fasilitas olahraga di Kampung Baru Padusunan cukup terawat. Selain lapangan futsal yang baru, desa tersebut memiliki lapangan takraw yang juga dapat digunakan untuk bulu tangkis serta lapangan voli.
“Sarana ini sangat bermanfaat bagi generasi mudanya untuk berkreativitas,” ujarnya.
Mulyadi meminta seluruh tim yang bertanding menjaga sportivitas dan menjunjung prinsip fair play selama turnamen berlangsung.
Turnamen yang digelar Karang Taruna Tunas Mekar Desa Kampung Baru Padusunan itu dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, mulai dari babak penyisihan hingga partai final.
Ketua panitia yang juga Ketua Karang Taruna Tunas Mekar, Iqra Afidin, mengatakan turnamen tersebut diikuti 35 tim dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, perangkat desa dan masyarakat yang mendukung penyelenggaraan turnamen, termasuk melalui penganggaran dalam APB Desa.
Pembukaan turnamen ditandai dengan penendangan bola oleh Mulyadi bersama Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, Ketua KONI Kota Pariaman Edison Trs, Plt Camat Pariaman Timur Ahmad Syaukani dan Kepala Desa Kampung Baru Padusunan Mulyadi.
Bagi penyelenggara, turnamen ini bukan sekadar pertandingan selama 22 hari. Lapangan futsal menjadi ruang perjumpaan, kompetisi sekaligus tempat anak muda membangun disiplin, sportivitas dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan mereka. (*)