PARIAMAN (Pariamantoday) - Perusahaan agen properti Global Assets memberikan bonus dan makan siang kepada mahasiswa yang menyelesaikan program magang di kantor CV Global Assets sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang menjalani pengalaman kerja sekaligus mempelajari praktik bisnis pemasaran dan properti.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Aulia Afani, mahasiswa Universitas Islam Sumatera Barat (Unisbar), yang menjalani magang di GlobalAssets sejak 4 Agustus hingga 30 September 2026. Setelah menyelesaikan masa magang, Aulia menerima bonus sebesar Rp1 juta dari perusahaan.
Pemilik Global Assets, Falens Ramadhan, di Pariaman, Rabu (30/9/2026), mengatakan pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap mahasiswa yang telah mengikuti proses pembelajaran di lingkungan kerja. Menurut dia, pengalaman langsung di perusahaan membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang diperoleh di kampus diterapkan dalam aktivitas bisnis.
“Magang bukan hanya soal menyelesaikan kewajiban akademik. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman bagaimana sebuah bisnis dijalankan, bagaimana melayani konsumen, berkomunikasi, menyusun strategi pemasaran dan memahami kebutuhan pasar,” kata Falens.
Ia mengatakan sektor properti memiliki ruang pembelajaran yang luas bagi generasi muda karena bisnis tersebut tidak hanya berkaitan dengan transaksi jual beli atau sewa, tetapi juga mencakup pemasaran, komunikasi, analisis kebutuhan konsumen, administrasi, teknologi digital dan pemahaman mengenai pembiayaan.
Global Assets, kata Falens, berupaya membangun hubungan dengan kampus dan sekolah di Kota Pariaman melalui kerja sama pendidikan dan program magang. Perusahaan juga terus membuka peluang memorandum of understanding (MoU) dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurut Falens, kolaborasi tersebut penting karena mahasiswa dan siswa membutuhkan ruang untuk mengenal dunia kerja sebelum benar-benar masuk ke pasar tenaga kerja. Sementara perusahaan memperoleh kesempatan untuk mengenal potensi generasi muda dan memberikan pengalaman praktis sesuai bidang yang mereka pelajari.
Ia mengatakan strategi pemasaran properti saat ini juga mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi digital. Pemasaran tidak lagi hanya mengandalkan jaringan konvensional, tetapi membutuhkan kemampuan membuat konten, mengelola media sosial, memahami karakter calon konsumen dan membangun kepercayaan.
“Anak-anak muda harus memahami bahwa pemasaran properti hari ini tidak hanya soal menawarkan rumah atau tanah. Ada proses membangun komunikasi, membaca kebutuhan konsumen, membuat informasi yang menarik dan membangun kepercayaan. Teknologi digital membuat ruang pemasaran menjadi jauh lebih luas,” ujarnya.
Falens berharap pengalaman magang tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dunia usaha sekaligus menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja atau membangun usaha sendiri.
“Semoga Global Assets bisa memberikan sedikit kontribusi bagi kampus di Pariaman dan sekolah demi kemajuan kita bersama. Aamiin ya Rabbal Alamin,” katanya.
Ia mengatakan kontribusi dunia usaha terhadap pendidikan tidak selalu harus dalam bentuk bantuan material. Perusahaan juga dapat berperan melalui transfer pengetahuan, pelatihan, mentoring, kesempatan magang dan membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman kerja.
Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di daerah. Kampus dan sekolah membekali peserta didik dengan teori dan dasar akademik, sedangkan dunia usaha memberikan pengalaman mengenai penerapan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata.
Falens Ramadhan saat ini tercatat sebagai mahasiswa Magister Ekonomi Unisbar sejak 2026. Ia juga pernah menjadi aktivis Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada 2015-2019 dan tercatat sebagai pendiri HMI Unisbar.
Di dunia usaha, Falens merupakan pemilik Global Assets Properti yang bergerak dalam bidang pemasaran dan properti di Pariaman. Ia juga tercatat sebagai pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada bidang pembiayaan perbankan.
Pengalaman di organisasi dan pendidikan ekonomi tersebut, menurut Falens, menjadi bagian dari alasan perusahaan memberi perhatian terhadap pengembangan generasi muda melalui lingkungan kerja.
Ia menilai hubungan antara pendidikan dan dunia usaha perlu dibangun secara berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis dari ruang kelas, tetapi juga mengenal proses mengambil keputusan, menghadapi konsumen, bekerja dalam tim dan menyusun strategi pemasaran.
“Kalau mahasiswa sejak awal sudah terbiasa melihat bagaimana pasar bekerja, bagaimana konsumen mengambil keputusan dan bagaimana sebuah produk dipasarkan, mereka akan memiliki perspektif yang lebih lengkap ketika masuk ke dunia usaha,” ujarnya.
Program magang Aulia Afani di Global Assets berakhir pada 30 September 2026. Pemberian bonus dan fasilitas makan siang menjadi bagian dari apresiasi perusahaan atas keterlibatan mahasiswa selama menjalani proses pembelajaran di lingkungan kerja.
Global Assets menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan di Pariaman untuk memperluas kesempatan belajar berbasis praktik bagi mahasiswa dan siswa, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. (OLP)