Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Melukis Bersama Jadi Ruang Pemulihan Anak Terdampak Bencana di Pariaman

20 Agustus 2026 | 20.8.26 WIB Last Updated 2026-08-20T06:04:36Z

Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Republik Indonesia menggelar kegiatan “Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak Terdampak Bencana” sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang pemulihan bagi anak-anak pascabencana melalui seni.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad tersebut berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 100 anak dari berbagai sekolah di Kota Pariaman mengikuti rangkaian kegiatan seni yang dirancang untuk menjadi ruang ekspresi sekaligus pemulihan psikososial.
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemen Ekraf RI, para seniman, komunitas serta seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak Kota Pariaman.

Menurut Yota, bencana tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka, kehilangan dan pengalaman yang dapat membekas dalam ingatan anak-anak. Karena itu, proses pemulihan perlu menyentuh aspek psikologis dan emosional mereka.

“Bencana memang dapat meninggalkan luka, kehilangan, dan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Namun kita percaya bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk bangkit. Hari ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk melukis di atas kanvas, tetapi memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, harapan, imajinasi, dan cita-cita mereka melalui karya seni,” ujar Yota.

Ia menilai sebuah gambar sederhana yang dibuat seorang anak dapat menyimpan cerita dan harapan besar tentang masa depan. Seni, kata Yota, tidak semata-mata berbicara tentang keindahan, tetapi juga dapat menjadi sarana pemulihan psikologis, pendidikan dan pembentukan karakter.

Karena itu, ia mengajak anak-anak untuk tidak takut menuangkan pengalaman dan imajinasi mereka dalam bentuk karya.

“Bermainlah, berkaryalah, dan jangan takut bermimpi. Tuangkan semua yang kalian rasakan dan bayangkan ke dalam lukisan. Tidak ada lukisan yang salah. Siapa tahu dari tangan anak-anak yang kita dampingi hari ini, kelak lahir seniman besar, desainer, pelukis, atau animator yang mengharumkan nama Kota Pariaman dan Sumatera Barat,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menurut Dadam, program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seni, tetapi juga sebagai media pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Program yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 100 anak sebagai peserta melukis. Peserta terdiri dari siswa SD kelas 4–6 dari 42 sekolah negeri dan swasta yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pariaman, yaitu Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan dan Pariaman Timur,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan meliputi workshop pengenalan media dan teknik melukis, melukis bersama di atas kanvas serta melukis pada media batok kelapa. Penggunaan batok kelapa juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan bahan lokal sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut menghadirkan mentor dari berbagai latar belakang seni, antara lain Tambo Art, akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), seniman lokal Pariaman, alumni SERUIN (Akselerasi Seni Rupa Indonesia) serta pegiat seni rupa Sumatera Barat, yakni Ferdian Ondira, Yon Indra, Yosrianto, Hagung Kuntjara SW dan Citra Leonita.

Selain workshop dan praktik melukis, karya anak-anak juga akan dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta. Sebanyak 10 karya terbaik nantinya akan diseleksi untuk mendapatkan kesempatan dipromosikan ke panggung nasional.

“Kita juga melaksanakan pameran karya sebagai bentuk apresiasi, di mana 10 karya terbaik akan diseleksi untuk dipromosikan ke panggung nasional. Untuk itu, kita berharap anak-anak serius dalam mengikuti kegiatan ini namun tetap percaya pada diri sendiri,” tutup Dadam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kemen Ekraf RI, di antaranya Kepala TU, Perencanaan dan Keuangan Direktorat Seni Rupa dan Pertunjukan Maman Rahmawan, Program Director Kin Space SCBD Aprina Murwanti serta psikolog anak Rifdha Wahyuni.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, kanvas-kanvas yang disentuh tangan anak-anak itu menjadi lebih dari sekadar media gambar. Di sana mereka diberi ruang untuk mengubah pengalaman menjadi warna, ketakutan menjadi imajinasi, dan harapan menjadi sebuah karya yang dapat dibawa menuju masa depan. (*)
×
Berita Terbaru Update