Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi Dongkrak Cakupan Cek Kesehatan Gratis Kota Pariaman hingga 47,6 Persen

26 Agustus 2026 | 26.8.26 WIB Last Updated 2026-08-26T16:26:08Z

Pariaman - Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat jangkauan deteksi dini penyakit hingga ke tingkat masyarakat. Salah satu inovasi pelayanan kesehatan yang mendapat perhatian adalah JEMPOL CKG (Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis) yang dikembangkan Puskesmas Marunggi, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Inovasi tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI secara virtual dari Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Kamis (21/8/2026). Rapat strategis tersebut diikuti jajaran pimpinan Kementerian Kesehatan RI, mulai dari Wakil Menteri Kesehatan I dan II, Sekretaris Jenderal, para Direktur Jenderal, Kepala Badan/Pusat Kebijakan, hingga pakar akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan tim teknis nasional.

Pemaparan inovasi JEMPOL CKG disampaikan Fitriyanti, SKM, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pariaman dr. Hendri Putra, Kepala Puskesmas Marunggi Arrizki, SKM, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pariaman Susrikawati, SKM, MM, serta sejumlah tenaga kesehatan Puskesmas Marunggi.

JEMPOL CKG mengubah pola pelayanan kesehatan dasar dari pendekatan pasif menjadi lebih proaktif. Petugas kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi secara aktif mendatangi permukiman warga dan tempat kerja untuk melakukan skrining kesehatan.

Pendekatan jemput bola tersebut berdampak terhadap peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Kota Pariaman.
Berdasarkan hasil evaluasi program, cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Pariaman telah mencapai 47,6 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 38,7 persen dan melampaui target nasional sebesar 36 persen.

Tidak berhenti pada pemeriksaan, hasil skrining juga ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan yang terintegrasi. Temuan kasus seperti hipertensi dan diabetes mendapatkan pendampingan melalui program SAHABAT OBAT serta kunjungan rumah secara berkala.

Melalui mekanisme tersebut, tingkat tatalaksana terhadap kasus yang teridentifikasi telah mencapai lebih dari 85 persen. Artinya, masyarakat yang ditemukan memiliki faktor risiko atau penyakit tidak hanya berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi mendapatkan tindak lanjut pelayanan kesehatan.

Dari sisi pengelolaan data, Puskesmas Marunggi juga memanfaatkan platform SIPINTER ILP untuk mendukung pencatatan hasil pemeriksaan secara terintegrasi dan real-time. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan memperkuat akurasi data sekaligus memudahkan tenaga kesehatan dalam memantau perkembangan kondisi masyarakat.

Respons masyarakat terhadap inovasi JEMPOL CKG juga menunjukkan hasil positif. Indeks kepuasan publik terhadap pelayanan tersebut mencapai 94,5 persen dengan predikat Sangat Baik.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan yang mendatangi langsung masyarakat tidak hanya mampu memperluas cakupan pemeriksaan, tetapi juga mendapat penerimaan yang tinggi dari masyarakat.

Menteri Kesehatan RI memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kota Pariaman bersama Puskesmas Marunggi. JEMPOL CKG dinilai sebagai bentuk konkret integrasi pelayanan primer berbasis komunitas dalam mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Bagi Kota Pariaman, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama dalam mendeteksi penyakit lebih dini, memastikan tindak lanjut pengobatan, serta membangun pola pelayanan yang semakin mudah diakses masyarakat. (*)
×
Berita Terbaru Update