Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Drag Bike 201 Meter Ramaikan Pariaman, 500 Pembalap Adu Kecepatan Sekaligus Gerakkan UMKM

16 Agustus 2026 | 16.8.26 WIB Last Updated 2026-08-16T15:43:06Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satunya melalui Kejuaraan Wali Kota Pariaman Drag Bike 201 Meter yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Sirkuit Non-Permanen (NP) Bypass Jati Pariaman, Minggu (16/8/2026).

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman tersebut diikuti lebih dari 500 peserta. Selain menjadi ruang kompetisi bagi para pembalap, ajang ini juga menghadirkan aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan balap secara resmi menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan secara aman, sportif dan sesuai aturan.

“Acara yang digelar selama sehari ini juga mampu membantu para UMKM dan pedagang kecil lainnya meraup keuntungan yang lebih dari hari biasanya sehingga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga mereka,” kata Yota.

Menurut dia, olahraga otomotif memiliki potensi dikembangkan sebagai agenda wisata olahraga yang mampu menarik peserta dan penonton dari berbagai daerah. Karena itu, pemerintah daerah terbuka untuk menjadikan kejuaraan tersebut sebagai agenda tahunan.

“Saya ingin kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan sehingga sport tourism terlaksana dengan baik serta pendapatan UMKM dan juga pedagang kaki lima bisa meningkat,” ujarnya.

Yota hadir di lokasi bersama Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman dan Camat Pariaman Timur.

Bagi pemerintah daerah, penyelenggaraan kegiatan olahraga dengan basis massa seperti drag bike memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, olahraga menjadi wadah pembinaan dan kompetisi. Di sisi lain, kedatangan peserta dan penonton menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.

Dampak tersebut dirasakan langsung para pedagang yang membuka lapak di kawasan sirkuit.

Novel, pedagang air tebu, mengatakan keramaian yang tercipta selama kejuaraan membuat dagangannya mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.
“Kalau bisa acara seperti ini sering-seringlah diadakan di Kota Pariaman atau paling tidak bisa dibuat sekali dalam setahun. Dengan adanya acara yang mengumpulkan orang banyak, pendapatan kami menjadi berlipat ganda dari hari biasanya,” katanya.
Hal senada disampaikan Jhon Kenedi, pedagang roti burger di sekitar lokasi. Menurutnya, kegiatan yang mendatangkan banyak orang otomatis membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil.

“Kalau ada acara lomba motor seperti ini ada banyak rezeki yang datang bagi kami pedagang dan UMKM yang ada di sini. Kalau boleh sekali atau dua kali sebulan diadakan acara ini di sini, biar hidup ekonomi UMKM kita di Kota Pariaman,” ujarnya.

Kejuaraan Drag Bike 201 Meter tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana agenda olahraga dapat dikembangkan melampaui arena pertandingan. Ketika peserta, kru, penonton dan pedagang bertemu dalam satu ruang, kompetisi otomotif ikut menciptakan ekosistem ekonomi yang bergerak di sekitar kegiatan.
Bagi Pariaman, pengembangan sport tourism menjadi salah satu cara untuk memperluas pilihan atraksi wisata sekaligus memberi ruang lebih besar bagi UMKM lokal untuk mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan yang menghadirkan kerumunan. (*)
×
Berita Terbaru Update