Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariaman Terapkan Teknologi Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

30 Juli 2026 | 30.7.26 WIB Last Updated 2026-07-30T11:43:42Z


PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman mulai menerapkan teknologi pertanian modern berbasis presisi melalui sistem Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penerapan teknologi tersebut ditandai dengan kegiatan tanam perdana bersama Kelompok Tani (Poktan) Kito Samolah di Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, Kamis (30/7), yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad.

Yota mengatakan penerapan PM-AAS menjadi langkah transformasi sektor pertanian Kota Pariaman menuju sistem yang lebih efisien, modern, dan berdaya saing. Menurutnya, teknologi tersebut menjadi solusi bagi daerah dengan keterbatasan lahan yang tidak memungkinkan melakukan perluasan area pertanian.

"Pelaksanaan tanam perdana berbasis teknologi modern ini merupakan bukti nyata komitmen kita bersama untuk mentransformasi sektor pertanian ke arah yang lebih efisien, tangguh, dan berdaya saing tinggi," ujar Yota.

PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi yang mengutamakan mekanisasi, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pengelolaan lahan secara presisi. Sistem ini mengadopsi metode tanam benih langsung (tabela) dengan pola jarak tanam rapat yang dikembangkan dari praktik pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat.

Pemerintah Kota Pariaman menargetkan penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan hasil produksi hingga 9–10 ton per hektare, sekaligus menjadikan Desa Sungai Pasak sebagai lokasi percontohan pertanian modern di Kota Pariaman.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diarahkan untuk menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Yota meminta anggota Poktan Kito Samolah memanfaatkan bantuan teknologi tersebut secara optimal, menjaga fasilitas yang diberikan, serta terus meningkatkan pengetahuan dalam penerapan sistem pertanian modern.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan PM-AAS memiliki lima prinsip utama, yaitu sistem tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya berbasis teknologi digital, mekanisasi pertanian, intensifikasi produksi, dan penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi lokasi.

Menurut Marlina, sistem tersebut berbeda dengan pola pertanian konvensional karena menggabungkan penggunaan bibit unggul, pengaturan jarak tanam presisi, pengelolaan air, serta dukungan alat dan mesin pertanian modern.

Untuk satu hektare lahan, komponen produksi yang disiapkan meliputi benih, pupuk urea, NPK, pupuk organik, pembenah tanah, biodekomposer, dolomit cair, pupuk pelengkap, silika, zat pengatur tumbuh, serta pengendalian hama.

Pemko Pariaman juga menyiapkan sejumlah strategi pendukung, termasuk sosialisasi kepada pemerintah kecamatan dan desa serta kerja sama lintas sektor untuk penyediaan bahan pendukung pertanian, seperti pengolahan sampah organik sebagai bahan pupuk dan pembenah tanah.

Pemerintah berharap penerapan PM-AAS tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjadi fondasi menuju pertanian Kota Pariaman yang lebih modern, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan taraf hidup petani. (*)
×
Berita Terbaru Update