Pariamantoday - Pemerintah Kota Pariaman memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah/2026 Masehi dengan menggelar Tabligh Akbar dan Apel Akbar Didikan Subuh di halaman Balai Kota Pariaman, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah dan dihadiri Wali Kota Pariaman , Wakil Wali Kota Pariaman , Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Ketua TP-PKK Kota Pariaman Ny. Yosneldi Balad, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman Ny. Nen Afizal, kepala perangkat daerah, camat, lurah/kepala desa, serta santriwan-santriwati MDTA/MDTW se-Kota Pariaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel akbar didikan subuh, kemudian dilanjutkan tabligh akbar dan doa bersama sebagai bentuk refleksi menyambut tahun baru dalam kalender Islam.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program unggulan kepemimpinan Yota Balad-Mulyadi dalam mewujudkan Kota Pariaman sebagai kota RISALAH, yaitu kota yang beriman, saleh, dan berakhlak.
“ Saya bersama Wakil Wali Kota Pariaman berkomitmen bagaimana syiar agama Islam akan terus ada di Kota Pariaman. Kita memperluas syiar agama Islam sampai ke pelosok desa sehingga kegiatan keagamaan insyaallah akan terus dilanjutkan,” ujar Yota.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh dan penggiat bidang keagamaan, untuk bersama-sama mendukung program tersebut agar berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Yota, peringatan 1 Muharram tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, berhijrah menuju kebaikan, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga semangat 1 Muharram ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh warga Kota Pariaman dan dapat menjadikan kita sebagai muslim dan muslimah yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Lebih lanjut, Yota menilai kegiatan didikan subuh memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga membentuk akhlak mulia dan kedisiplinan dalam beribadah sejak usia dini.
“Pintar pun kita, sehebat apapun kalau tidak mempunyai akhlak yang mulia dan tidak memiliki rasa keimanan, ilmu tersebut belum tentu membawa manfaat bagi orang banyak,” ucapnya.
Ia berpesan kepada para peserta didikan subuh agar terus semangat belajar agama, disiplin, menghormati guru, serta patuh kepada orang tua.
“Anak-anak Kota Pariaman harus menjadi generasi yang hebat, tangguh, cerdas, dan memiliki akhlak yang baik untuk masa depan,” tutup Yota. (*)