Pariaman, Sumatera Barat - Puskesmas Kampung Baru Padusunan mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan “SI BUCEK BUMING PLUS” sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah kehamilan berisiko tinggi di wilayah kerjanya.
Program yang merupakan singkatan dari “Siapkan Ibu Hamil Cegah Komplikasi Dengan Buku Monitoring Plus” itu mulai diterapkan di seluruh delapan desa wilayah kerja puskesmas sejak 5 Februari 2025, setelah sebelumnya dijalankan sebagai proyek percontohan di Desa Bato.
Kepala Puskesmas Kampung Baru Padusunan Badriah Khalidi mengatakan perluasan program dilakukan setelah inovasi tersebut dinilai efektif dalam mendeteksi dini risiko kesehatan reproduksi dan kehamilan.
“Kami melihat dampak positif yang nyata di Desa Bato. Masalah kesehatan yang belum teratasi sebelum kehamilan menjadi faktor utama komplikasi. Karena itu kami memperluas layanan ini ke seluruh desa di wilayah kerja kami,” kata Badriah.
Menurut dia, program tersebut berfokus pada skrining kesehatan pasangan usia subur sebelum memasuki masa kehamilan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui sistem pemantauan berbasis buku monitoring, pasangan usia subur dapat melakukan pengawasan kondisi kesehatan secara berkala tanpa harus selalu datang ke puskesmas induk.
Badriah mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi kehamilan yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi.
“Kehamilan sehat membutuhkan persiapan fisik dan mental sejak sebelum masa kehamilan. Perencanaan yang baik akan berdampak positif terhadap kondisi ibu dan janin,” ujarnya.
Program tersebut dijalankan melalui integrasi layanan kesehatan desa dengan melibatkan kader Posyandu, petugas kesehatan, serta perangkat desa dalam pemantauan langsung ke masyarakat.
Pemegang Program Kesehatan Reproduksi Novia Sari Putri mengatakan pemantauan dilakukan melalui Posyandu dan kunjungan rumah agar intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat.
“Masyarakat kini tidak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas. Kader kesehatan akan membantu menyisir dan mendata pasangan usia subur yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Kampung Baru Padusunan Selvi Vronica mengatakan pihaknya optimistis program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan generasi mendatang.
“Jika inovasi ini berjalan optimal di seluruh desa, dampaknya bukan hanya menurunkan angka kesakitan ibu hamil, tetapi juga menjadi investasi bagi lahirnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pihak puskesmas berharap program tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat agar upaya pencegahan kehamilan berisiko tinggi dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)