Pariaman, Sumatera Barat - Pemerintah Kota Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Balai Kota Pariaman pada Senin, dengan menekankan pentingnya penguatan nilai kebangsaan dan persatuan di tengah dinamika global.
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu dipimpin langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad dan dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.
Dalam amanatnya, Yota Balad mengatakan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Hari Lahir Pancasila memiliki makna historis yang sangat penting karena menjadi titik awal pembentukan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,” kata Yota.
Ia mengajak generasi muda menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menjaga persatuan dan kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan itu, Yota juga membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam sambutan tersebut, BPIP menyebut Pancasila sebagai “jangkar moral” bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” demikian kutipan sambutan BPIP yang dibacakan Yota.
BPIP juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai religiusitas, kemanusiaan, dan persatuan.
Bertindak sebagai perwira upacara adalah Syafrizal, sementara komandan upacara dipimpin Randi Permana. Pembacaan teks UUD 1945 dilakukan Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Pariaman juga menyerahkan medali, hadiah, dan trofi kepada pemenang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta lomba olahraga tradisional tingkat sekolah dasar dan menengah.
Selain itu, pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris pekerja rentan Dinas PerkimLH melalui program Tuwai Ketan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Pariaman Herry Asmanto mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha maupun pendidikan keluarga penerima manfaat.
“Kami berharap santunan ini dapat membantu ahli waris melanjutkan kehidupan dan pendidikan anak-anak mereka,” kata Herry. (*)