Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariaman Siapkan 300 Lulusan SMK Go Global, Buka Peluang Kerja Internasional hingga Jepang dan Eropa

23 Juni 2026 | 23.6.26 WIB Last Updated 2026-06-23T04:00:35Z


Pariamantoday — Pemerintah Kota Pariaman mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah melalui program kerja internasional bagi lulusan sekolah vokasi. Hal itu dibahas dalam audiensi Wali Kota Pariaman bersama perwakilan terkait pelaksanaan International Job Fair 2026, Senin (22/6/2026).

Audiensi tersebut turut melibatkan jajaran (KP2MI), termasuk Menteri , jajaran direktur, serta staf khusus kementerian.

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief, serta jajaran yayasan dan PASIM Go Migrant Center.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Mukhtarudin menyetujui pemberian kuota sebanyak 300 peserta bagi Kota Pariaman untuk mengikuti Program SMK Go Global melalui kerja sama dengan PASIM Go Internasional.

Program tersebut dirancang untuk membuka akses kerja internasional bagi lulusan SMK sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar mampu bersaing di pasar global.

Pemerintah Kota Pariaman mengusulkan tiga bidang kompetensi utama dalam program tersebut, yakni pengelasan (welding), perawat (caregiver), dan perhotelan (hospitality), masing-masing dengan kuota 100 peserta.

Yota Balad mengatakan program ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Pariaman agar memiliki keterampilan, sertifikasi, dan peluang kerja yang lebih luas.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Kota Pariaman di pasar kerja global,” ujar Yota.

Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi berstandar internasional, serta pendampingan penempatan kerja ke sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Turki, dan kawasan Timur Tengah.

Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemerintah Kota Pariaman juga telah menginisiasi Pilot Project Kampung Jepang di Desa Kampung Gadang sebagai pusat pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon pekerja migran.

Program tersebut diharapkan menjadi model penguatan ekosistem tenaga kerja internasional yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam audiensi bersama KP2MI, Pemko Pariaman juga mengusulkan dukungan berupa akses informasi lowongan kerja resmi, fasilitasi hubungan antara calon pekerja dengan perusahaan penempatan pekerja migran, serta kemudahan pembiayaan melalui skema yang legal dan terintegrasi.

Dengan program ini, sebanyak 300 lulusan vokasi Kota Pariaman diharapkan dapat menjadi pekerja migran profesional yang memiliki keterampilan tinggi, terlindungi secara hukum, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan devisa. (*)
×
Berita Terbaru Update