Pariaman - Mewakili Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi didampingi Ketua Dewan Pembina Bundo Kanduang Kota Pariaman, Yosneli Balad menyambut kedatangan rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Senin siang (12/5/2026).
Rombongan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta dipimpin Wakil Ketua IKM DKI Jakarta, Bundo Zuriati dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera Barat pascapemulihan bencana.
Selain membawa bantuan, kunjungan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antara perantau Minang di DKI Jakarta dengan kampung halaman, khususnya Kota Pariaman.
Menurut Bundo Zuriati, rombongan juga ingin bersilaturahmi dengan Wali Kota Pariaman Yota Balad yang merupakan salah satu penasehat di organisasi IKM.
Menanggapi hal itu, Ferialdi menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta terhadap masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Pariaman.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Pariaman. Semoga program-program kegiatan IKM berjalan lancar dan hubungan silaturahmi serta kolaborasi antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan Bundo Kanduang memiliki peran penting dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
“Bundo Kanduang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum pertukaran gagasan dan penguatan nilai-nilai adat,” tambahnya.
Ferialdi juga mengapresiasi upaya perantau Minang yang terus mempromosikan budaya, kuliner, serta produk unggulan Pariaman di daerah rantau.
Sementara itu, Ny. Yosneli Balad menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat Kota Pariaman.
“Ini adalah wujud nyata dari pepatah Minangkabau, ‘jauah di mato, dakek di hati’. Meskipun berada di rantau, ikatan batin dengan Ranah Minang, khususnya Kota Pariaman, tidak pernah terputus,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kota Pariaman saat ini terus berbenah di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, kuliner hingga pelestarian adat dan budaya.
“Peran Bundo Kanduang dan IKM sangat vital dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan tamu juga diperkenalkan dengan sejumlah produk UMKM unggulan Kota Pariaman, seperti sulaman peniti, rajutan serta aneka kuliner khas daerah, di antaranya keripik balado, ladu arai pinang, kue bawang dan peyek kacang.
Acara yang turut dihadiri Ketua Bundo Kanduang Kota Pariaman beserta anggota itu ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol mempererat hubungan kekeluargaan antara perantau dan kampung halaman. (*)