Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Yota Balad Temui Mentan Amran, Ajukan Program Pertanian Rp23,9 Miliar untuk Pariaman

15 April 2026 | 15.4.26 WIB Last Updated 2026-04-15T11:07:54Z

Pariaman - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melakukan audiensi strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Kota Pariaman sehari sebelumnya, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah untuk percepatan pembangunan sektor pertanian.

Dalam audiensi tersebut, Yota Balad memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan pertanian di Kota Pariaman dengan total anggaran mencapai Rp23,97 miliar. Usulan ini difokuskan pada penguatan infrastruktur, modernisasi alat pertanian, hingga peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah.

Adapun rincian usulan yang diajukan meliputi bantuan drone pertanian, pompa air, Rice Milling Unit (RMU), benih padi bersertifikat, bibit kelapa, rehabilitasi jaringan irigasi, sprayer, bantuan ternak ayam buras, hingga pembangunan rumah potong hewan.

Selain itu, Yota Balad juga mengajukan program strategis tambahan berupa pencetakan sawah baru seluas 500 hektare, pompanisasi untuk mengatasi keterbatasan debit air irigasi, serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Di luar proposal yang kami sampaikan, kami juga meminta dukungan untuk cetak sawah baru, pompanisasi, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah Kota Pariaman,” ujarnya.

Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat difasilitasi oleh Kementerian Pertanian guna mempercepat pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Pariaman.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah pusat siap mengakomodasi kebutuhan strategis daerah, khususnya yang berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

“Pemerintah pusat siap mendukung daerah yang serius bekerja. Kita ingin anggaran pertanian benar-benar tepat sasaran. Negara hadir untuk melayani rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, fokus kebijakan pertanian nasional saat ini diarahkan pada program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, penguatan irigasi, serta pengembangan sektor pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.

Audiensi ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari koordinasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (*)
×
Berita Terbaru Update