Pariamantoday, #Rantau - Pengusaha asal Pariaman, H. Musril Koto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pariaman dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan terlantar sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Musril, kebijakan tersebut merupakan strategi untuk mengubah aset tidak produktif menjadi sumber ekonomi baru. “Langkah ini membuka lapangan kerja, memperkuat sektor riil, dan meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya di Pariaman, Kamis (2/4).
Ia juga menilai kebijakan Wali Kota Pariaman Yota Balad dalam pengembangan sektor pariwisata selama libur Idul Fitri menunjukkan pendekatan yang terarah. Sejumlah destinasi seperti Pantai Kata, Pantai Gandoriah, dan Pantai Pauh dikembangkan untuk mengurangi konsentrasi wisatawan di satu titik, sehingga distribusi ekonomi lebih merata.
Selain itu, pengembangan wisata berbasis olahraga, seperti sepatu roda di Pantai Cermin, turnamen sepak bola di Sikapak Timur, serta kuda berpanah di Pantai Taluak, dinilai sebagai inovasi yang memperluas daya tarik daerah.
Musril turut menyoroti kunjungan Yota Balad ke kawasan pertanian cabai di Desa Rawang sebagai indikasi kuat fokus pemerintah pada ketahanan pangan.
“Di tengah ketidakpastian global, kemampuan menjaga pasokan pangan menjadi kunci kekuatan daerah,” katanya.
Sebagai pemilik PT Sasco Karya Mandiri yang bergerak di ekspor komoditas pertanian, Musril melihat adanya keterkaitan antara optimalisasi lahan, penguatan sektor pangan, dan peluang ekspor. Ia menilai pendekatan sektoral yang menitikberatkan pada pertanian, komoditas unggulan, serta efisiensi lahan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perantau untuk mempercepat realisasi potensi tersebut, sehingga Pariaman dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. (OLP)