Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman Peringati Hari Otda XXX, Yota Balad Tekankan Inovasi dan Kemandirian Daerah

28 April 2026 | 28.4.26 WIB Last Updated 2026-04-28T10:46:30Z


Pariaman - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (28/4).
Bertindak sebagai inspektur upacara, Yota Balad menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah adalah motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kreativitas dan kinerja yang terus ditingkatkan. Tema tahun ini, ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal yang selaras dengan visi nasional menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yota Balad juga membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya evaluasi kebijakan desentralisasi agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mendagri, pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Selain itu, disampaikan enam isu strategis nasional yang menjadi perhatian, antara lain penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi industri, penurunan kemiskinan, serta digitalisasi birokrasi melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP). Hingga saat ini, tercatat 305 MPP telah beroperasi di Indonesia.

Tantangan lain yang dihadapi adalah masih rendahnya kapasitas fiskal daerah, di mana 469 dari 546 daerah masih bergantung pada dana transfer pusat. Di sisi lain, persoalan lingkungan seperti 16,2 juta ton sampah yang belum terkelola pada 2025, ketimpangan ekonomi dengan Gini Rasio 0,375, pertumbuhan ekonomi 5,39 persen (triwulan IV 2025), serta inflasi 3,48 persen per Maret 2026 juga menjadi sorotan.

Yota Balad menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas melalui digitalisasi pelayanan publik.

“Semangat otonomi daerah harus menjadi pendorong bagi kita untuk terus berinovasi, memperkuat kemandirian fiskal, dan mewujudkan Kota Pariaman yang maju serta berdaya saing,” tutupnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, para kepala OPD, pimpinan BUMN/BUMD, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh ASN di lingkungan Pemko Pariaman. (*)

×
Berita Terbaru Update