Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman Dorong Pembentukan Bank Sampah

16 April 2026 | 16.4.26 WIB Last Updated 2026-04-16T12:04:23Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman menggelar sosialisasi pembentukan bank sampah sebagai langkah strategis dalam mewujudkan visi kota berbasis lingkungan “Blue Green City”, sekaligus menjawab tantangan penutupan sistem pembuangan terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Elfis Chandra, mewakili Wali Kota Yota Balad.

Dalam sambutannya, Elfis Chandra menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu global yang membutuhkan penanganan serius dan sistematis, terutama di tingkat daerah.

“Masalah sampah adalah isu global yang mendesak. Pengelolaan yang buruk akan merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saat ini Kota Pariaman menghadapi tantangan serius, terutama dengan adanya sanksi administratif untuk menutup sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam mengurangi beban TPA serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari unsur OPD teknis, lurah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga penggerak PKK dan Dasawisma dari 10 desa dan kelurahan percontohan.

Menurut Elfis, program ini memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga program unggulan Pemko Pariaman periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada pembangunan kota berbasis lingkungan.

Lebih jauh, ia menekankan perubahan paradigma masyarakat sebagai kunci keberhasilan program ini. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah.

“Melalui bank sampah, masyarakat didorong untuk memilah, mengumpulkan, dan menyetorkan sampah anorganik. Ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai penguat materi, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Syaprudin Islami, yang juga Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Sumatera Barat dan dosen di Universitas Tamansiswa Padang.

Kehadirannya diharapkan mampu menjadi pemicu terbentuknya unit-unit bank sampah baru di setiap desa dan kelurahan, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

“Dengan langkah ini, kita optimistis akan terjadi perubahan nyata dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman, menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Elfis. (*)
×
Berita Terbaru Update