Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariaman Ajukan Enam Program Prioritas ke Kementan untuk Dorong Produktivitas Pertanian

14 April 2026 | 14.4.26 WIB Last Updated 2026-04-14T10:18:24Z


Pariaman - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan enam proposal program prioritas di sektor pertanian dan peternakan kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerja pemerintah pusat ke Sumatera Barat, Selasa (14/4).

Pertemuan berlangsung di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau dan turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala daerah di provinsi tersebut.


Dalam keterangannya, Yota Balad mengatakan proposal tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta nilai tambah sektor pertanian dan peternakan di Kota Pariaman, yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.


“Pemerintah Kota Pariaman mengajukan enam usulan program prioritas yang diharapkan dapat meningkatkan produksi, kualitas, dan nilai tambah hasil pertanian dan peternakan,” kata Yota.


Ia merinci, usulan pertama adalah pengadaan drone penyemprot pestisida (drone sprayer) untuk lahan padi guna meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja petani. Teknologi ini dinilai mampu menjangkau area luas dalam waktu singkat dengan distribusi semprotan yang lebih merata dibandingkan metode konvensional.


Kedua, Yota mengusulkan rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi sebelumnya, yang dinilai telah mengganggu pola tanam dan produktivitas pertanian.


Selanjutnya, Pemko Pariaman juga mengajukan pengadaan sekitar 200 unit alat semprot portabel, baik manual maupun elektrik, untuk mendukung kegiatan pertanian skala kecil. Selain itu, bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.600 hektare juga menjadi bagian dari proposal tersebut.


Di sektor peternakan, Yota Balad mengusulkan bantuan 20.000 ekor ayam petelur untuk meningkatkan produksi telur lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Usulan terakhir adalah pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).


Yota menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat krusial mengingat keterbatasan anggaran daerah dalam membiayai program berskala besar, terutama yang berbasis teknologi dan infrastruktur.


Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Kota Pariaman yang dinilai sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.


“Kami menyambut baik usulan ini sebagai bagian dari upaya sinkronisasi program pusat dan daerah,” ujarnya.


Kementerian Pertanian, lanjutnya, akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap proposal yang diajukan untuk memastikan kesesuaian dengan prioritas nasional serta ketersediaan anggaran.


Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat transformasi sektor pertanian melalui modernisasi alat, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas produksi di daerah. (*)

×
Berita Terbaru Update