Pariaman - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menghadiri panen raya padi program ketahanan pangan desa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Mandiri di Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata Pemerintah Kota Pariaman terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong desa-desa untuk lebih mandiri dalam sektor pertanian.
Dalam keterangannya, Yota Balad menegaskan bahwa sektor tanaman pangan, khususnya komoditas padi, memiliki peran strategis dalam mendukung visi besar Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, yang menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
“Hari ini kita melakukan panen raya padi dengan produksi sekitar 5 hingga 7 ton per hektare. Ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Pariaman. Kita juga mendorong desa lain untuk mengembangkan kegiatan produktif, tidak hanya padi tetapi juga sektor peternakan,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan DPR RI, atas berfungsinya kembali Irigasi Anai II.
Menurutnya, keberadaan irigasi tersebut sangat vital dalam mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Irigasi Anai II sangat membantu petani. Setelah kembali aktif pada Januari lalu, dalam waktu tiga bulan sawah di Desa Toboh Palabah sudah bisa panen. Ini bukti nyata dampak infrastruktur terhadap hasil pertanian,” jelasnya.
Selain itu, Yota Balad juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman telah mengajukan sejumlah proposal ke Kementerian Pertanian, termasuk bantuan pompa air dan teknologi pertanian modern.
Ia menyebutkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah merespons usulan tersebut, termasuk rencana bantuan empat unit drone untuk mendukung pertanian presisi.
“Drone ini akan digunakan untuk penyemprotan pestisida, herbisida, dan pupuk secara merata, bahkan di area yang sulit dijangkau. Ini juga mengurangi risiko paparan bahan kimia bagi petani. Ke depan, generasi milenial bisa bertani dengan teknologi tanpa harus turun langsung ke sawah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah, Ardianto, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan petani, khususnya terkait irigasi.
“Dengan irigasi Anai II yang sudah berfungsi, lahan yang sebelumnya terkendala air selama satu tahun kini bisa kembali ditanami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa panen kali ini berasal dari lahan seluas sekitar 2 hektare dengan total produksi mencapai 10 hingga 14 ton padi jenis sokan. Ke depan, BUMDes juga berencana mengembangkan komoditas lain seperti jagung untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan desa.
Panen raya ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus membuka peluang modernisasi pertanian di Kota Pariaman. (*)