Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi dalam Penguatan HAM ASN Pariaman

11 April 2026 | 11.4.26 WIB Last Updated 2026-04-11T14:53:46Z

Pariaman - Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara setara tanpa diskriminasi, baik kepada pasien BPJS maupun pasien mandiri, dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, Dewi Nofyenti, serta jajaran pemerintah daerah di Aula Balaikota Pariaman.

“Tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam pelayanan kesehatan. Semua pasien berhak mendapatkan layanan yang berkualitas, ramah, dan manusiawi, tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, suku, maupun agama,” ujar Mulyadi.

Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan publik yang tidak hanya bertugas menyembuhkan secara medis, tetapi juga menghadirkan pendekatan kemanusiaan dalam setiap layanan.

Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar yang dijamin konstitusi, sehingga setiap pelayanan harus berlandaskan prinsip penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM.

Mulyadi juga mendorong seluruh fasilitas kesehatan di Kota Pariaman, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk menjadi institusi yang humanis dan berorientasi pada keadilan pelayanan.

“Kita ingin pelayanan kesehatan tidak hanya menyehatkan fisik masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Dewi Nofyenti menjelaskan bahwa penguatan kapasitas HAM diberikan kepada ASN, khususnya tenaga medis dan kesehatan, guna memastikan nilai-nilai HAM diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

Ia menyebut, penerapan prinsip HAM menjadi bagian penting dalam berbagai program nasional, termasuk ketahanan pangan, pemberian makanan bergizi, serta penyelenggaraan pendidikan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus mengedepankan martabat manusia, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta menjunjung kesetaraan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setdako Pariaman, Elvis Chandra, staf ahli, kepala OPD, camat, serta jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas se-Kota Pariaman. (*)
×
Berita Terbaru Update