Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

22 Warga Binaan Lapas Pariaman Terima Ijazah, Yota Balad Tekankan Pendidikan sebagai Jalan Reintegrasi

7 April 2026 | 7.4.26 WIB Last Updated 2026-04-07T12:34:26Z

Pariaman - Sebanyak 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Pariaman menerima ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Mushala Lapas Kelas IIB Pariaman, Selasa (7/4).

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada pihak Lapas dan Dinas Pendidikan atas kolaborasi dalam menghadirkan program pendidikan di dalam lembaga pemasyarakatan. Ia menilai program tersebut sebagai bagian dari investasi kemanusiaan yang memberikan harapan baru bagi warga binaan.

“Saya merasa bangga melihat semangat saudara-saudara dalam menyelesaikan pendidikan. Ijazah ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk tetap belajar dan berkembang,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pariaman telah menjalin kerja sama pendidikan dengan Lapas sejak 2023, dengan tujuan memastikan setiap warga binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Program ini juga diharapkan menjadi bekal bagi WBP untuk kembali ke masyarakat dengan kemampuan akademis dan keterampilan yang memadai.

Menurut data, sejak 2023 hingga 2025 sebanyak 66 warga binaan telah lulus program kesetaraan, sementara pada 2026 terdapat 47 orang yang masih menjalani proses pembelajaran.

Yota Balad menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi, termasuk meningkatkan kepercayaan diri warga binaan dalam menata masa depan setelah bebas.

“Dengan ijazah ini, mereka memiliki peluang untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan. Ini bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman, Boy Irfan Arslan, menyatakan program tersebut merupakan wujud nyata konsep reintegrasi sosial, di mana negara tidak hanya menghukum, tetapi juga membina.

“Ijazah ini bukan sekadar kertas, tetapi kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik. Kami ingin warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya.

Program pendidikan kesetaraan di Lapas Pariaman menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang menitikberatkan pada pemulihan sosial serta pemberdayaan individu menjelang reintegrasi ke masyarakat. (*)
×
Berita Terbaru Update