Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman memanfaatkan Safari Ramadhan perdana tahun ini untuk memaparkan capaian satu tahun kepemimpinan Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Kegiatan Tim I Safari Ramadhan digelar di Masjid An-Nur, Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pariaman Timur, dan menjadi forum bagi pemerintah daerah menyampaikan arah kebijakan tahun kedua pemerintahan.
Yota mengatakan tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada penataan dan revitalisasi aset daerah, alih-alih pembangunan baru. Salah satu proyek yang sedang dirampungkan adalah jogging track di kawasan GOR Rawang.
“Kami belum banyak membangun fasilitas baru. Tahun pertama ini kami fokus membenahi aset agar lebih optimal dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran nasional pada 2025 berdampak pada tertundanya sejumlah program daerah.
Di bidang keagamaan, pemerintah melanjutkan program “Satu Keluarga Satu Hafiz” dengan target 600 tahfiz pada 2026. Pada sektor ekonomi, program “Satu Rumah Satu UMKM” telah melatih sekitar 1.500 pelaku usaha sepanjang 2025, mencakup peningkatan kualitas produk dan pemasaran digital.
Sementara di bidang pendidikan, program “Satu Rumah Satu Sarjana Plus” diperluas dengan pelatihan keterampilan bagi keluarga kurang mampu. Pihaknya juga membuka bimbingan belajar khusus sekolah kedinasan, dengan lima peserta lolos seleksi nasional tahun lalu.
Sebagai kota rawan gempa, Pariaman juga menerima hibah radar pemantauan gempa senilai Rp38 miliar dari Pemerintah Prancis untuk memperkuat sistem deteksi dini.
Dalam kesempatan itu, Pemko Pariaman menyerahkan bantuan Rp7,5 juta untuk pembangunan masjid, ditambah Rp4 juta dari Bank Nagari.
Yota mengatakan pemerintahannya akan melanjutkan program prioritas yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, sembari menyerap aspirasi melalui Safari Ramadhan. (*)