PARIAMAN — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Seroja.
Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan secara luring dan terhubung melalui zoom meeting nasional, dipimpin oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Candra, serta dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran pimpinan BRI Cabang Pariaman di Ruang Rapat Balaikota Pariaman, Jumat (13/2/2026).
“Kami mengapresiasi penyerahan bantuan stimulan rumah rusak yang diserahkan secara serentak di wilayah Sumatera, termasuk Kota Pariaman. Diharapkan bantuan ini dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah warga yang terdampak,” ujar Elfis Candra.
Ia menjelaskan, bantuan bersifat stimulan sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat kembali memiliki hunian yang layak dan aman.
Di Kota Pariaman, bantuan tahap I disalurkan kepada tiga warga dengan total Rp75 juta, terdiri dari:
Rp15 juta untuk kategori Rusak Ringan (RR) kepada Amirusdi, warga Desa Sungai Sirah.
Rp30 juta untuk kategori Rusak Sedang (RS) kepada Asnita, warga Desa Naras I.
Rp30 juta untuk kategori Rusak Sedang (RS) kepada Jasmani, warga Desa Taluak.
Secara keseluruhan, tercatat 13 unit rumah di Kota Pariaman terdampak bencana, terdiri dari 5 rumah direlokasi, 5 rumah Rusak Berat (RB), 2 rumah Rusak Sedang (RS), dan 1 rumah Rusak Ringan (RR).
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar pemerintah segera menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap I secara serentak di 20 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan nasional tersebut dipimpin oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Secara bersamaan, Tito Karnavian memimpin dari Aceh Tamiang, Suharyanto dari Lhokseumawe, serta Sekretaris Utama BNPB Rustian dari Kota Padang.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp369,5 miliar untuk 17.254 kepala keluarga, meliputi 9.869 unit rumah Rusak Ringan dan 7.385 unit rumah Rusak Sedang di tiga provinsi tersebut.
Dalam arahannya, Pratikno menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk tidak hanya membangun kembali rumah warga, tetapi membangun dengan lebih baik dan lebih tangguh.
“Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar proses pemulihan berjalan optimal. Bukan hanya mengembalikan kehidupan masyarakat seperti semula, tetapi menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.
Melalui program ini, pemerintah menegaskan kehadirannya secara nyata dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, guna memastikan masyarakat terdampak kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi. (*)