Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival Qasidah Rebana Klasik SD/MI se-Kota Pariaman Resmi Ditutup

13 Februari 2026 | 13.2.26 WIB Last Updated 2026-02-13T12:18:28Z

PARIAMAN — Pelaksanaan Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat SD/MI se-Kota Pariaman yang berlangsung sejak 10 hingga 12 Februari 2026 di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan resmi ditutup, Kamis (12/2/2026) siang. Penutupan dilakukan oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher.

Adapun para pemenang festival ini yakni Juara I diraih SDN 04 Batang Tajongkek, Juara II SDN 05 Kampung Pondok, Juara III SDN 05 Tungkal Utara. Untuk Harapan I diraih SDN 08 Kampung Jawa I, Harapan II SDN 01 Pauh Kurai Taji, dan Harapan III SDN 08 Marunggi.
Sementara itu, Juara Favorit diraih SDN 06 Punggung Lading, Vocal Terbaik SDN 03 Naras Hilir, serta Instrumen Terbaik dan Kostum Terbaik diraih SDN 04 Batang Tajongkek.

Dalam sambutannya, Hertati Taher menyampaikan apresiasi Wali Kota Pariaman dan jajaran Disdikpora atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu membangkitkan kembali syiar Islam melalui seni qasidah rebana di kalangan generasi muda.

“Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi misi Bapak Wali Kota melalui program RISALAH, yakni Beriman, Saleh dan Berakhlak. Kita ingin generasi muda Kota Pariaman memiliki kemampuan di bidang agama serta membentuk akhlak yang baik dalam menggapai masa depan dan cita-cita,” ujarnya.

Ia berharap festival ini dapat terus dilaksanakan bahkan ditingkatkan skalanya ke tingkat provinsi maupun nasional dengan dukungan seluruh kepala sekolah SD/MI se-Kota Pariaman.

Hertati juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus mempersiapkan peserta didik dalam pelestarian nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau, sehingga menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa.
Sementara itu, Ketua K3S Pariaman Selatan sekaligus Ketua Panitia, Afdhal Fuady, menyampaikan terima kasih kepada seluruh SD/MI dan SD IT yang telah berpartisipasi aktif.

“Karena ini pelaksanaan perdana, tentu masih ada kekurangan dan keterbatasan. Kami memohon maaf, namun panitia telah berupaya maksimal dengan melibatkan dewan juri dari tim seleksi penilai Qasidah Rebana Nasional,” tutupnya. (*)
×
Berita Terbaru Update