Pariaman - Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi menerima bantuan peralatan usaha serta mengikuti program trauma healing, Senin (9/2), dalam kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota Pariaman, Bank Indonesia, dan Kementerian UMKM RI.
Bantuan yang diserahkan di Aula Balai Kota Pariaman itu berupa kompor gas, tabung gas beserta isi, dan regulator untuk mendukung pemulihan usaha, khususnya sektor kuliner dan rumah tangga.
Kepala Bidang Peningkatan Peran Dunia Usaha, Industri, dan Dunia Pendidikan, Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, Rokhmat Rahantyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pihak mengerahkan sumber daya dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
“Kami tidak sendiri, karena didukung mitra kolaborator dari perbankan, dunia usaha, industri, dan pendidikan. Tahap pertama adalah trauma healing untuk memulihkan mental usaha, dan selanjutnya kami akan memprogramkan healing usaha,” kata Rokhmat.
Ia menambahkan kementerian juga akan memberikan pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari aspek produksi, pemasaran, hingga pembiayaan.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan bencana banjir sebelumnya telah mengganggu rantai produksi UMKM akibat kerusakan peralatan. Menurutnya, pemulihan psikososial menjadi fondasi sebelum memasuki tahap pemulihan bisnis.
“Pemulihan mental adalah pondasi utama sebelum pemulihan usaha. Setelah lebih tenang, kita akan masuk ke tahap asesmen dampak bisnis dan pemberdayaan melalui bantuan modal serta pelatihan,” ujarnya.
Kota Pariaman dikenal dengan sektor UMKM yang menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun banjir beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan alat produksi dan terhentinya aktivitas usaha.
Yota mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan Kementerian UMKM RI dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah.
“Sinergi ini bukti bahwa dengan gotong royong, beban seberat apa pun dapat terasa lebih ringan. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai stimulan untuk bangkit kembali,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Renbang Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM RI Keumala Dewi, Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Lukman Hakim, serta perwakilan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). (*)