Pariaman - Wali Kota Pariaman Yota Balad menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman dalam rangka penguatan kerja sama bidang pendidikan, bertempat di UNISBAR Convention and Exhibition (UCE) Kampus I Pariaman, By Pass, Jumat (30/1/2026).
Penandatanganan MoU tersebut turut melibatkan Universitas Sumatera Barat (UNISBAR) dan Institut Agama Islam (IAI) Sumatera Barat yang masing-masing menjalin kesepakatan kerja sama dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman. Kerja sama ini menandai penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi, dan pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Yota Balad menyebut penandatanganan MoU tersebut sebagai babak baru bagi dunia pendidikan di Kota Pariaman. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman menunjukkan komitmen kita dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, tanpa terkecuali,” ujar Yota Balad.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan harus diikuti dengan implementasi nyata di lapangan. Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, berkomitmen memfasilitasi kebutuhan pesantren agar para santri dapat belajar dengan nyaman, aman, serta memperoleh hak pendidikan yang setara.
Kerja sama ini, lanjut Yota Balad, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pariaman 2025–2029 serta visi dan misi kepemimpinan Balad–Mulyadi. Program unggulan daerah seperti Pariaman RISALAH (Beriman, Sholeh dan Berakhlak), Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, dan Pesantren ASN juga menjadi bagian dari arah kebijakan tersebut.
Yota Balad menekankan peran historis pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa, khususnya dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia. Menurutnya, pesantren merupakan mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap terjadi peningkatan mutu santri, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Mughny Pariaman Jamohor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman atas dukungan yang diberikan. Ia mengatakan dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam upaya yayasan mencetak lulusan santri dan hafiz Al-Qur’an yang berkualitas.
Yayasan Al-Mughny Pariaman dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pengembangan akhlak, kemandirian, dan tahfidz Al-Qur’an, serta didukung oleh sejumlah tokoh lokal, termasuk mantan Wali Kota Pariaman dua periode, Mukhlis Rahman.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Al-Mughny Pariaman Mukhlis Rahman, pimpinan UNISBAR dan IAI Sumatera Barat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, camat, lurah dan kepala desa, kepala sekolah, serta undangan lainnya. (*)