Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman menyalurkan hibah dana sebesar Rp750 juta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pariaman dalam upaya memperkuat pembinaan olahraga dan menjaga kesinambungan prestasi atlet di berbagai tingkatan.
Hibah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad kepada Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, SH, MH, di Balaikota Pariaman, Senin (20/1/2026), dan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher.
Wali Kota Yota Balad mengatakan dana hibah tersebut diharapkan dapat digunakan secara efektif dan transparan untuk pembinaan atlet serta peningkatan kualitas pelatih.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung olahraga secara berkelanjutan. Dana ini harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet Kota Pariaman, baik di level regional, nasional, maupun internasional,” kata Yota Balad.
Dalam beberapa tahun terakhir, atlet Kota Pariaman mencatat sejumlah prestasi menonjol, termasuk medali emas cabang teqball pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatera Utara–Aceh serta medali perak pada Asian Games Thailand 2025. Cabang olahraga lain seperti sepak bola dan sepatu roda juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, SH, MH mengatakan dukungan anggaran dari pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan prestasi tersebut.
“Capaian hingga tingkat Asia menunjukkan bahwa atlet Pariaman memiliki daya saing. Prestasi ini lahir dari pembinaan yang konsisten, bukan proses instan,” ujar Edison kepada wartawan.
Ia menambahkan, dana hibah akan difokuskan pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, serta persiapan menghadapi agenda kompetisi mendatang.
“Kami menempatkan hibah ini sebagai investasi jangka panjang. Dengan tata kelola yang profesional dan akuntabel, kami menargetkan Kota Pariaman sebagai daerah yang diperhitungkan dalam peta olahraga nasional,” kata Edison.
Pemerintah Kota Pariaman berharap penyaluran hibah tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan KONI, sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif dan berkelanjutan. (OLP)