Pariaman - Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Padang Pariaman menggelar pendidikan politik dan konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang Pimpinan Anak Cabang (Muskercab PAC) luar biasa di Hotel Nantongga, Pariaman, Senin (24/11/2025).
Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya partai menghadapi proses verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2029 setelah PPP gagal memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 lalu.
Ketua DPC PPP Padang Pariaman, M. Hasby, mengatakan kegiatan itu diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari unsur PAC, DPC, Fraksi PPP di DPRD Padang Pariaman, Majelis Partai, serta pengurus DPW PPP Sumatra Barat yang bertindak sebagai narasumber. Menurut Hasby, kondisi partai yang tidak lagi memiliki kursi di Senayan membuat proses verifikasi ulang lebih ketat dibanding pemilu sebelumnya.
“Jika dulu PPP cukup menjalani verifikasi administrasi, sekarang semua struktur hingga PAC dan keanggotaan harus diverifikasi secara faktual. Saat ini kami memiliki sekitar 600 anggota pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA), dan jumlah itu masih akan terus kami perbarui dan tingkatkan,” ujar Hasby.
Hasby, yang telah menjabat sebagai ketua DPC PPP selama dua periode itu, berkat tangan dinginnya, perolehan suara PPP di Padang Pariaman terus meningkat dalam dua pemilu terakhir. Di bawah kepemimpinannya, PPP selalu berhasil mengamankan satu fraksi penuh di DPRD Padang Pariaman (4 kursi), sebuah pencapaian yang mencerminkan efektivitas konsolidasi di tingkat akar rumput.
Ia juga menyinggung proses islah internal PPP di tingkat pusat setelah Muktamar yang sempat memunculkan dua kubu kepengurusan. Hasby mengatakan penyatuan kembali kepengurusan nasional menjadi momentum bagi daerah untuk kembali fokus pada kerja elektoral.
“Islah membuat seluruh kader kembali bekerja dalam satu garis komando. Energi yang kemarin terpecah sudah kembali terkonsolidasi, dan ini saatnya kami memperkuat mesin partai, memperluas rekrutmen kader potensial, dan merangkul tokoh serta profesional di berbagai kecamatan. Sekitar 40 persen hasil perolehan suara kami pada pileg sebelumnya merupakan realisasi dari rekomendasi PAC, jadi struktur bawah tetap sangat strategis,” kata dia.
Dari tingkat provinsi, Sekretaris DPW PPP Sumatra Barat, Mulyadi, yang juga Wakil Wali Kota Pariaman, membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya penguatan kaderisasi.
Ia mengatakan PPP sebagai partai berbasis kader memerlukan penyempurnaan internal secara berkelanjutan, terutama dalam penyiapan figur yang mampu bersaing di pemilu mendatang.
“PPP membutuhkan tokoh yang handal, kredibel, dan diterima masyarakat. Pemilu mendatang tidak hanya soal perbaikan citra, tetapi juga pencarian figur yang bisa memperluas basis dukungan. Kami ingin memastikan Padang Pariaman tetap menjadi salah satu daerah dengan struktur PPP yang solid,” ujar Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa konsolidasi rutin semacam ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PPP untuk mengembalikan posisi partai pada peta politik nasional.
“Partai ini punya sejarah panjang dan akar yang kuat di Sumatra Barat. Konsolidasi hari ini menunjukkan bahwa PPP tidak sedang surut, tetapi justru memperbaiki fondasinya untuk bangkit kembali,” pungkasnya.
Kegiatan pendidikan politik dan Muskercab PAC luar biasa dijadwalkan melahirkan sejumlah rekomendasi organisasi yang akan dibawa ke DPW dan DPP sebagai bahan pembenahan struktur menjelang verifikasi partai peserta pemilu. (OLP)