Padang Pariaman – Semangat tampak menyala di wajah para pemain muda Josal FC ketika Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Dr (C) Aprinaldi, S.Pd, M.Pd, AIFO, secara resmi melepas kontingen U-15 dan U-17 menuju ajang Piala Soeratin 2025. Tim U-15 akan bertanding di Malang, sementara tim U-17 bersiap menantang lawan-lawan kuat di Solo.
Acara sederhana namun penuh makna itu turut dihadiri tokoh perantau Minang, Ismet Jaya Piliang, Ketua IK LIMKOS DKI Jakarta, yang datang memberikan dukungan moril sekaligus penguatan semangat bagi anak-anak muda kebanggaan Padang Pariaman tersebut.
Bagi dunia sepak bola Indonesia, Piala Soeratin bukanlah sekedar turnamen. Kompetisi ini adalah “laboratorium besar” bagi lahirnya pemain-pemain masa depan. Banyak bintang nasional yang memulai perjalanan mereka dari ajang ini sebelum kemudian bersinar di Liga 1 bahkan memperkuat Tim Nasional.
Maka tidak berlebihan bila keikutsertaan Josal FC di turnamen bergengsi ini menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya untuk masyarakat Padang Pariaman, tetapi juga Sumatra Barat secara keseluruhan.
“Piala Soeratin adalah panggung yang tepat untuk anak-anak kita menunjukkan bakatnya. Saya percaya Josal FC mampu bersaing dan kembali menorehkan sejarah. Yang terpenting, mereka harus menjaga disiplin, sportifitas, dan kebersamaan,” ujar Ketua DPRD Aprinaldi dalam sambutannya.
Perjalanan Josal FC sejatinya bukan kisah baru. Tahun lalu, klub yang bermarkas di Padang Pariaman itu sukses meraih juara nasional Piala Soeratin U-15. Capaian tersebut tercatat sebagai pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Sumatra Barat.
Prestasi itu sekaligus menepis anggapan bahwa hanya klub-klub besar dari Pulau Jawa yang bisa mendominasi kompetisi usia muda. Josal FC datang sebagai penantang dari ranah Minang dan pulang dengan membawa trofi bergengsi, sebuah sejarah yang tidak akan pernah dilupakan.
Sosok di Balik Kejayaan: H. Arisal Azis
Di balik semua cerita sukses Josal FC, berdirilah sosok yang tidak pernah lelah mendukung, yaitu H. Arisal Azis, anggota DPR RI. Lebih dari sekedar politisi, ia adalah seorang pecinta sepak bola sejati.
Dengan tangan dinginnya, ia membina, membiayai, dan membentuk Josal FC menjadi klub profesional yang diperhitungkan.
Bagi Arisal Azis, sepak bola adalah jalan untuk membangun karakter generasi muda. Ia percaya bahwa di lapangan hijau, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja keras, kerjasama, dan pantang menyerah, nilai-nilai yang kelak akan mereka bawa ke kehidupan nyata.
“Apa yang dilakukan Pak Haji Arisal Azis adalah bukti kecintaan seorang tokoh Minang terhadap tanah kelahirannya. Beliau tidak hanya berjuang di Senayan, tetapi juga turun langsung membina generasi muda. Berkat dedikasinya, Josal FC kini menjadi kebanggaan Padang Pariaman, Sumatra Barat, bahkan orang Minang di seluruh Indonesia,” puji Aprinaldi.
Dukungan kepada Josal FC datang tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga dari para perantau Minang di Jakarta dan berbagai daerah lain.
Sosok Ismet Jaya Piliang, Ketua IK LIMKOS DKI Jakarta dan Presiden Suku Piliang Sedunia, menegaskan bahwa solidaritas perantau selalu hadir ketika anak nagari berjuang mengharumkan nama kampung halaman.
“Anak-anak ini membawa nama besar Minangkabau. Tugas kita adalah memberi mereka semangat dan doa. Semoga Josal FC bisa kembali pulang dengan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Lebih dari sekedar prestasi, sepak bola telah menjadi ruang bagi masyarakat Padang Pariaman untuk menyalurkan kebanggaan. Ketika Josal FC menjuarai Soeratin tahun lalu, euforia terasa dari kampung hingga rantau. Semua bersatu dalam rasa bangga, seolah-olah trofi itu bukan hanya milik sebuah klub, melainkan milik seluruh orang Minang.
Kini, Josal FC kembali diutus bertarung. Tantangan jelas lebih berat, lawan-lawan datang dengan kekuatan penuh, namun sejarah telah membuktikan Josal FC adalah tim yang lahir dari semangat juang anak nagari, yang tidak pernah gentar menghadapi siapapun.
Ketua DPRD Aprinaldi menutup sambutannya dengan pesan penuh motivasi:
“Selamat bertanding, Josal FC. Tunjukkan bahwa anak-anak Padang Pariaman bisa bersaing di tingkat nasional. Kami semua menanti kabar baik dari Malang dan Solo. Pulanglah dengan membawa kebanggaan untuk kita semua.”
Dan dengan doa serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, tokoh perantau, masyarakat, dan tentu saja dedikasi seorang H. Arisal Azis, Josal FC melangkah ke Piala Soeratin 2025 dengan harapan besar: mengulang sejarah emas, bahkan melampauinya. (OLP)