Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

19 Ribu KK Penerima BPNT Padangpariaman Telah Bertransaksi di e-Warong

17 September 2019 | 17.9.19 WIB Last Updated 2019-09-17T09:54:13Z
Kepala DinsosP3A, Hendra Aswara serahakan beras dan telur senilain Rp110 ribu kepada penerima BPNT di e-Warong Sunayang, Koto Mambang, Kec. Patamuan, Senin (16/9). Foto: istimewa
Patamuan - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Hendra Aswara mengimbau seluruh penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk bertransaksi di e-Warong yang telah ditentukan.

Adapun jumlah penerima BPNT di Padangpariaman sebanyak 19 ribu KK. Setiap penerima BPNT diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan diberi saldo Rp110 ribu per bulannya. Masyarakat bisa menukarkan dana tersebut dengan beras dan telur di e-Warong yang telah ditentukan.

"Kita coba cek di e-Warong Sunayang ditemukan ada empat KK yang belum datang. Kami imbau segera habiskan bantuan 110 ribu tersebut dan sebaiknya jangan disisakan," ujar Hendra saat monitoring BPNT di Koto Mambang, Patamuan, Senin (16/9).

Saat monitoring, kata Hendra, juga ditemukan adanya laporan bahwa ada uang yang belum masuk rekening penerima bantuan alias saldo kosong. Untuk itu ia meminta para pendamping mencatat dan segera melapor ke BRI.

"Tadi kami sudah koordinasi dengan BRI, jika ada bantuan yang belum masuk rekening maka bulan depan di-doublekan. Jadi jangan khawatir, kita respon dengan cepat," ujar Alumni STPDN itu.

Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Henny Yunida apresiasi capaian realisasi penyaluran BPNT di Padangpariaman. Ia juga meminta daerah agar selalu meningkatkan koordinasi dengan pendamping bantuan, BRI, dinsos kabupaten, bulog, satgas untuk kelancaran bantuan.

"Laporkan ke dinas sosial provinsi jika menemui kendala dan selalu berkoordinasi antar pemangku kepentingan di kabupaten," kata Henny.

Kabid PFM DinsosP3A Padangpariaman, Emri Nurman menuturkan bahwa telah menyiapkan 92 e-Warong yang tersebar di 17 kecamatan.

Emri mengatakan tujuan Monev BPNT guna memastikan bahwa program BPNT yang sudah berjalan sesuai dengan harapan, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat administrasi untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

"Alhamdulillah, menurut pengamatan kami pelaksanaan BPNT sudah berjalan lancar. Masyarakat penerima bantuan sudah bertransaksi di e-Warong yang telah ditentukan," ujar Emri Nurman.

Bantuan Pangan Non Tunai merupakan program pemerintah pusat yang diberikan secara langsung kepada masyarakat miskin atau Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik (kartu KKS) yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan (beras dan telur) di pedagang bahan pangan E-Warong yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

 (Tim)
×
Berita Terbaru Update