Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman Pastikan Jalur TdS Steril dari Orang Gila dan Ternak

22 November 2017 | 22.11.17 WIB Last Updated 2017-11-22T10:52:05Z
Start TdS 2017. Foto akurat.co/istimewa
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pastikan jalur yang dilalui pebalap pada Tour de Singkarak (TdS) tahun 2017 etape ke VI, Kamis 23 November, steril dari hewan ternak dan orang gila. Langkah sterilisasi itu dilakukan untuk memasitikan tidak ada hambatan dan gangguan dan yang akan menyebabkan pebalap terjatuh ataupun tabrakan.

“Kita lakukan sterilisasi jalan hewan ternak dan orang gila, sehingga tidak ada ganguan saat pebalap dan official melintas,” ujarnya usai apel gabungan pengamanan TdS di Pariaman, Selasa (21/11) pagi.

Pemko Pariaman, kata dia, telah mengimbau masyarakat untuk tidak melepaskan ternaknya selama digelarnya Etape VI Tour de Singkarak melalui pemerintah desa dan kecamatan. Sedangkan orang gila juga dilakukan penertiban oleh dinas terkait.

Selain itu, kata dia, personil gabungan TNI-Polri dan Pemko Pariaman juga ditempatkan pada titik persimpangan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas saat balapan berlangsung.

“Kita sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat, baik melalui mobil penerangan ataupun imbauan yang disampaikan oleh pemerintah desa,” ulasnya.

Menurut Genius, mendekati H-1, Pemko Pariaman juga akan menyelesaikan perbaikan jalur yang saat ini masih dalam pengerjaan, termasuk beberapa titik jembatan.

“Perbaikan beberapa jalur masih kita lakukan, namun akan selesai paling lambat H-1 sebelum start,” ujarnya.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto mengatakan, 655 personil gabungan akan dilibatkan melakukan pengamanan TdS kali ini, baik pada etape ke VI dengan titik start di Kota Pariaman, ataupun pada etape lain yang melalui wilayah Kota Pariaman.

Saat ini, kata dia, jumlah personil gabungan tidak sebanding dengan jumlah persimpangan jalan pada jalur lintasan TdS. Mengatisipasi itu, akan ada personil yang bertugas pada dua persimpangan yang berdekatan.

Titik persimpangan salah satu kerawanan pada penyelenggaran TdS. Terkadang masyarakat yang mengarah dari dalam, kerap menerobos lintasan TdS karena alasan tergesa-gesa.

“Kita hentikan sementara kendaraan yang melintas, hanya sebentar saja sampai seluruh bepalap melintas,” ujarnya.

Kota Pariaman menjadi titik start Etape ke VI dan finish di Pasaman Barat. Pada etape VI, pebalap akan menempuh jalur sejauh 145,7 kilometer yang terlebih dahulu melintasi beberapa daerah dan titik objek wisata di Kota Pariaman dan melanjutkan perjalanan ke Agam dan berakhir di kabupaten Pasaman Barat. (Nanda)
×
Berita Terbaru Update