Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NKRI Ok! Pancasila Yes!

1 Juni 2017 | 1.6.17 WIB Last Updated 2017-06-01T05:07:14Z

Hari ini 1 Juni 2017 secara nasional diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pancasila adalah ideologi negara. Berkat Pancasila, masyarakat yang berbeda latar suku, agama, bahasa dan golongan, dipersatukan.

Pancasila telah teruji kesaktiannya. Dari lima sila dalam Pancasila, tertuang dasar-dasar pedoman bernegara yang meliputi segala aspek. Pancasila juga merupakan pemikiran besar Bapak Pendiri Bangsa Indonesia yang terbukti mampu melompati peradabannya saat itu. Apalah jadinya negara ini jika pendiri bangsa tidak menyematkan Pancasila sebagai ideologi negara di tengah kemajemukan dan keberagaman tanah air.

Pancasila sebagai ideologi bangsa acap pula lolos dari ujian. Pancasila pernah dirongrong komunis beberapa kali dengan puncaknya di tahun 1965. Mereka hendak memaksakan paham mereka. Kesaktian Pancasila menghancurkan ancaman komunis yang dapat memecah belah bangsa saat itu. Komunis yang memiliki kekuatan besar dan berlapis saat itu, berhasil dihancurkan oleh para pejuang Pancasila. Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kokoh berdiri hingga saat ini.

Ideologi Pancasila harus tetap kokoh sepanjang masa. Segenap anak bangsa wajib menjaga dan membelanya. Pancasila lahir untuk kita dan anak cucu kita kelak, bukan demi kepentingan saat ini saja. Negara yang jaya adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebernegaraannya sebagaimana Pancasila sebagai sebuah ideologi.

Di era globalisasi di mana teknologi informasi berkembang pesat, terlihat berbagai anasir yang jika dibiarkan berkembang, dapat merongrong nilai kesatuan bangsa Indonesia. Media sosial yang tidak terkontrol, mudah terprovokasi, menghujat sesuka hati, jika dibiarkan dapat menuju ke arah perpecahan bangsa melalui isi SARA. Media sosial wajib dipergunakan secara bertanggung jawab. Karena media sosial merupakan sarana baru interaksi zaman modern yang hampir setara dengan interaksi sosial nyata.

Media sosial kadang tidak mengenal hierarki. Seorang panutan masyarakat bisa saja dihujat habis-habisan oleh anak remaja dengan kalimat kalimat kasar yang mustahil bisa ditelan karena perbedaan pendapat atau sekedar ikut-ikutan membenci.

Penegakan hukum untuk pelanggaran hukum di media sosial harus ditegakkan. Hukum mesti menjadi payung tegas dalam alam maya. Pemberian maaf kepada pelanggar hukum tanpa melanjutkan proses hukum membuat hujatan-hujatan kebencian dan penyebaran berita bohong makin tumbuh di media sosial. Untuk itu, segala tindakan yang melanggar hukum di media sosial harus ditindak. Hukum harus tegak di alam nyata maupun di alam maya, karena jika dibiarkan kehidupan bernegara menjadi taruhannya.

Selain pengguna media sosial, media siber pun juga wajib dikontrol. Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik harus menjadi pakem dalam sebuah pemberitaan. Portal yang menyamarkan diri sebagai media siber namun mengangkangi aturan pers, wajib ditindak. Pemberitaan yang membingkai demi tujuan memecah belah, kontroversial, bermaksud menghasut antar golongan, sering menyebar viral di media sosial tanpa terkontrol.

Sudah saatnya pelaku pers sadar akan perjuangan. Media pers Indonesia di zaman dulu yang berjuang demi tegaknya NKRI wajib diteruskan oleh generasi media saat ini. Media yang memihak satu kekuatan politik/demi kepentingan politik, merusak citra pers Indonesia secara nasional dan di mata dunia.

Perusahaan media yang hanya mengejar rating dengan membuat berita heboh, memburu banyak pembaca, dengan mengesampingkan dampak sosial di masyarakat, mari kembali kepada nilai perjuangan. Mari kita menjadi bagian dari perjuangan bangsa melalui karya jurnalistik membangun dan perekat, tanpa hilangnya nilai kritis. Jangan membingkai sebuah berita yang menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

Dengan momentum hari lahirnya Pancasila, kita tingkatkan peran kita dalam membangun kesatuan bangsa melalui pers yang bermartabat. Dalam hal menyangkut kesatuan berbangsa, mari kita berada di garis terdepan sebagai perekat. Selamat Hari Lahirnya Pancasila. NKRI Ok! Pancasila Yes!

Catatan Oyong Liza Piliang
×
Berita Terbaru Update