Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Debat Publik Tahap II Paslon: Secangkir Coklat Panas Biji Kakao

4 Desember 2015 | 4.12.15 WIB Last Updated 2015-12-04T06:15:52Z



Debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman, Rabu (2/12) malam di Hall IKK Parit Malintang berakhir seru dan hangat.
   
Debat publik edisi dua atau terakhir dari rangkaian debat yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangpariaman itu, mengangkat tema "Pembangunan Ekonomi, Lingkungan Hidup, dan Sosial Budaya" di-moderatori oleh Eka Vidya Putra, kandidat doktor dari UNP Padang.

Kedua paslon Ali Mukhni-Suhatri Bur dan Alfikri Mukhlis-Yulius Danil tampil lebih bersemangat dibanding debat tahap I beberapa waktu lalu di tempat yang sama. Mereka mulai saling sindir bahkan sporadis.
   
Dalam penyampaian visi dan misi terkait tema debat, Ali Mukhni, calon bupati nomor urut satu (1) menyebut pentingnya tiga komponen dalam pembangunan integrasi untuk masa mendatang, yakni pemerintahan, swasta, dan masyarakat.

"Padangpariaman yang punya banyak wisata alam, butuh pihak swasta atau investor untuk memajukannya," sambung Suhatri Bur, calon wakil bupati Ali Mukhni.
   
Sedangkan pasangan Alfikri Mukhlis-Yulius Danil menekankan pentingnya etika dalam berbudaya.

Yulius Danil menyebut, membangkitkan kembali budaya daerah sangat krusial yang akhir-akhir ini mulai hilang dan hampir punah ditelan budaya asing yang kian kencang masuknya. Pihaknya ingin pula adanya pemberdayaan guru mengaji dan sarana masjid, surau dan pondok pesantren.

"Bila masyarakat cerdas, pemerintah akan merasakan ringannya beban tugas," kata Yulius Danil.
   
Soal tambang galian C di Lubuk Alung, malam itu juga jadi pembicaraan hangat dan masuk dalam isu-isu yang dikembangkan saat debat.

Ali Mukhni-Suhatri Bur mengaku tidak sembarangan dalam menerbitkan izin terhadap persoalan demikian. Sedangkan Alfikri Mukhlis-Yulius Danil ingin adanya penataan wilayah secara baik. Semisal, wilayah kawasan pertanian, wilayah pengembangan kelautan dan perikanan, dan begitu juga selanjutnya.
   
Namun, yang paling hangat dalam debat malam itu adalah perihal kakao dan PDAM. Ali Mukhni-Suhatri Bur melihat kakao telah menjadi pusat pengembangan di Padangpariaman demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

"Tidak sedikit para petani kita yang telah naik haji, akibat membudidayakan kakao," kata Ali Mukhni.
   
Lain halnya sudut pandang Yulius Danil. Kata dia kakao Padangpariaman hanya tinggal kenangan dan telah menjadi rimba raya.

"Bila kami terpilih, tanaman kakao ini akan di-tumpangsari-kan dengan tanaman lainnya. Digarap secara optimal, dengan memperkuat posisi Dinas Pertanian," kata calon dengan nomor urut dua itu.

Hal itu dijawab langsung oleh Ali Mukhni bahwa Yulius Danil pantas tidak mendapatkan informasi yang benar perihal kakao karena dia berdomisili bukan di Padangpariaman.
   
Meskipun moderator Eka Vidya Putra menerapkan aturan main selama debat berlangsung, namun tetap saja dilanggar oleh kedua tim pasangan calon. Kegaduhan kecil tersebut seperti bersorak oleh tim, masih bisa ditolerir.

"Mungkin karena semangat dalam melihat tampilan jagoannya dalam berdebat. Padahal, moderator telah memberikan ruang tersendiri untuk memberikan aplus atau menyemangati. Tetapi yang namanya pendukung, tentu sesekali tertabrak juga larangan itu," kata pengamat kebijakan publik, Ikhlas Bakri yang menyaksikan debat itu live di salah satu stasiun tv lokal kepada wartawan di kantor PWI Pariaman, Kamis (3/12).

Ikhlas Bakri yang juga Ketua PWI Pariaman itu menuturkan, dengan debat calon, diharapkan bisa menjadi tolok ukur bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya pada tanggal 9 Desember mendatang.

"Pemilih sekarang sudah cerdas dan tidak mudah diarahkan," kata Ikhlas.
   
Saat closing statemen yang diberikan satu menit kepada setiap pasangan calon oleh moderator, Ali Mukhni ingin Padangpariaman lima tahun mendatang jauh lebih baik lagi. Dia memuji calon wakilnya, Suhatri Bur, yang merupakan anak muda progressif.

"Pilihlah nomor satu, jaga kebersamaan pada 9 Desember," ajak dia.
   
Sedangkan Alfikri Mukhlis-Yulius Danil, menyebut, biarlah berbuat sebiji, dan tidak berjanji segunung.

"Mari sama kita jaga TPS, karena tingkat kecurangan Pilkada terjadi di TPS," kembali Yulius Danil.



Menurut Ketua KPU Padangpariaman, Vifner, debat publik malam itu merupakan yang terakhir dari proses tahapan Pilkada bagian debat. Dia menginginkan semua pihak di daerah ikut dalam menyukseskan hajatan Pilkada yang digelar lima tahun sekali tersebut.
   
"Alhamdulillah, sejak dari awal hingga berakhirnya debat publik ini, semua tahapan Pilkada berjalan sesuai harapan," ungkapnya.

Vifner menuturkan pihaknya ingin hingga berakhirnya Pilkada tidak ada kegaduhan politik yang akan mengganggu jalannya pesta demokrasi di Padangpariaman.


 TIM/TD/OLP
×
Berita Terbaru Update