Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Genius Heran, Kok Makin Dibantu Masyarakat Pariaman Semakin Miskin?

18 November 2014 | 18.11.14 WIB Last Updated 2014-11-18T06:14:38Z



Pemerintah pusat mengaku sangat konsen dengan program pengentasan kemiskinan yang mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan adanya 19 kementrian yang masing-masingnya memiliki program untuk mensejahterakan rakyat miskin. Hal tersebut dikatakan oleh Pepen Nazaruddin, Kabid Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan, Kementrian Sosial RI, saat acara monitoring dan evaluasi rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RTLH) Kota Pariaman 2014, di aula utama Balaikota Pariaman, Selasa, (18/11).

Dikatakan Pepen, bagi penerima bantuan RTLH dari Kemensos, pihaknya memperhatikan bentuk fisik rumah yang disingkat dengan ALADIN yaitu bentuk Atap, LAntai, DINding, kemudian sarana lingkungan.

"Sedangkan bantuan yang diberikan berbentuk bahan bangunan senilai Rp 10 juta. Beruntung di Kota Pariaman, pihak Pemko sudah mengalokasikan anggaran untuk upah pengerjaan disamping partisipasi masyarakat lainnya yang timbul dari kearifan lokal," tutur dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengakui Kota Pariaman sangat beruntung mendapat paket bantuan RTLH pada tahun 2014 dari Kemensos RI. Program RTLH, kata Genius, dari 200 Kota yang ada di seluruh Indonesia hanya 8 Kota yang menerimanya dan Kota Pariaman salah satu diantara 8 Kota tersebut.

Namun demikian, sesal Genius, dengan begitu banyaknya program yang dikucurkan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, baik melaui Kemensos maupun dari kementrian lainnya, namun jumlah masyarakat miskin tidak berkurang, malah prosentasenya kian naik. Untuk itu, kata Genius, diperlukan strategi khusus untuk mengatasi fenomena 'aneh' tersebut.

"Ini persoalan mental miskin yang terus dipertahankan masyarakat. Rumah sudah dibuatkan, modal sudah diberikan, tapi tetap tidak bekerja, ya tetap saja miskin," sebut Genius.

Genius meneruskan, menyadari hal itu, dia berusaha mencarikan solusinya bersama SKPD setelah mengetahui akar permasalahannya. Dikatakan dia, akar permasalahannya adalah kemalasan masyarakat itu sendiri, seperti banyaknya waktu terbuang saat jam-jam produktif.

"Mereka asik di warung saatnya jam bekerja. Hal ini perlu diperbaiki dengan program yang bisa mengubah pola pikirnya. Jika ini dibiarkan, mereka nantinya akan terus melahirkan generasi-generasi miskin," kata Genius, Wakil Walikota bergelar Doktor dari UGM ini.

Kemudian Genius juga meminta kepada penyelenggara pemerintahan yang diberi amanah menyalurkan atau terlibat dalam program bantuan oleh pemerintah pusat melalui kementrian agar berlaku jujur dan amanah.

"Satu peserpun uang negara harus kita pertanggungjawabkan," tegasnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, Afnil, Kabid Pemberdayaan Dinas Sosial Pemprov Sumbar, Estie Pratiwi, Kabag Humas Hendri, Kepala Desa/Lurah se-Kota Pariaman, dan masyarakat penerima bantuan RTLH tahun 2014.

OLP
×
Berita Terbaru Update